TEK POL : Para tersangka judi Tek Pol saat di mintai keterangan di Mapolsek Semarang Barat. (MUGIS/RADAR SEMARANG)
TEK POL : Para tersangka judi Tek Pol saat di mintai keterangan di Mapolsek Semarang Barat. (MUGIS/RADAR SEMARANG)
TEK POL : Para tersangka judi Tek Pol saat di mintai keterangan di Mapolsek Semarang Barat. (MUGIS/RADAR SEMARANG)

SEMARANG BARAT – Seorang ayah harusnya menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Namun perbuatan Mangun Sukirman, 56, ini, tidak patut dicontoh. Usai mengantar anaknya sekolah, dia justru menjadi bandar judi. Atas perbuatannya, warga Candi Penataran, Kalipancur, ini pun harus meringkuk di jeruji besi Mapolsek Semarang Barat.

Mangun mengaku setiap kali usai mengantarkan anaknya pergi ke sekolah, ia langsung menuju ke pangkalan angkutan kota (Angkot) di Jalan Abdulrahman Saleh. Praktik judi yang dilakukan tersangka menggunakan istilah judi ”Tek Pol”. Sukirman ditangkap bersama tujuh rekannya yang berperan sebagai peserta judi atau pemasang taruhan. Para tersangka rata-rata adalah sopir angkot yang sedang mangkal menunggu penumpang di pangkalan tersebut. ”Awalnya iseng, karena enggak punya pekerjaan. Setiap harinya, usai mengantarkan anak saya pergi ke sekolah, saya langsung buka lapak di pangkalan angkot tersebut,” kata Sukirman dalam gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, Senin (16/2).

Dalam sehari dia bisa mendapatkan uang Rp 400 ribu. Jika ditotal dalam satu bulan, Sukirman bisa mengeruk keuntungan kurang lebih Rp 12 juta. ”Omzetnya lumayan. Sehari antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Tapi itu ya tidak tentu, kadang naik turun. Kalah juga pernah,” katanya.

Dia mengaku membuka judi Tek Pol karena terinspirasi dari mainan atau dolanan anak-anak. Sukirman mengaku telah membuka praktik judi itu sejak tiga bulan lalu. ”Saya dulu pernah lihat mainan anak-anak itu lalu punya ide untuk buka judi,” katanya.

Sementara tujuh tersangka lain masing-masing; Budi Santoso, 48, warga Jalan Mega Raya, Ngaliyan; Dwiyanto, 47, warga Jalan Taman Borobudur Utara, Kembangarum, Semarang Barat. Berikutnya Joko Siswanto, 45, warga Jalan Borobudur, Manyaran, Semarang Barat; Sukamto, 55, Kusman, 38, warga Tandang, Tembalang; Purwanto, 43, dan Imam Supriyadi, 59, warga Kembangarum, Semarang Barat.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Padli mengatakan, penggerebekan itu dilakukan pada Rabu (11/2) lalu, sekitar pukul 14.00. ”Kami berhasil menangkap delapan orang berikut barang bukti,” katanya didampingi Kanit Reskrim AKP Akhwan.

Pihaknya mengamankan barang bukti 1 koin logam Rp 1.000, 1 buang mangkok plastik warna merah yang digunakan untuk media berjudi serta uang tunai Rp 1,4 juta. Para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara. (amu/zal/ce1)‎