SEMARANG MENGHIBUR: Pagelaran Wayang orang di Babycafe Sabtu (14/2) malam, sangat menarik dan mengundang tawa ratusan pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR)
SEMARANG MENGHIBUR: Pagelaran Wayang orang di Babycafe Sabtu (14/2) malam, sangat menarik dan mengundang tawa ratusan pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR)
SEMARANG
MENGHIBUR: Pagelaran Wayang orang di Babycafe Sabtu (14/2) malam, sangat menarik dan mengundang tawa ratusan pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR)

SEMARANG – Merayakan hari kasih sayang atau valentine, Babyface Karaoke and Club menghadirkan tontonan yang berbeda Sabtu (14/2) malam. Klub malam papan atas ini menggelar pertunjukan wayang orang dengan cerita Rama – Shinta.

Tata setting panggung pun disesuaikan dengan pentas-pentas wayang orang. Suasana menjadi menarik, ketika para karyawan tempat hiburan di kawasan Puri Anjasmoro ini juga mengenakan dress code ala wayang.

Pertunjukan yang ditampilkan pun lengkap dengan gamelan hingga sinden. Sebagai dalang adalah Widyo Leksono, seniman kawakan kota Semarang.

Karena berniat menghibur, pegelaran wayang lebih banyak menggunakan bahasa gaul. Ternyata penonton sangat antusias, hingga para pengunjung yang rata-rata anak muda dan eksekutif muda ini begitu terhibur di malam valentine tersebut.

“Ini adalah pegelaran wayang orang yang dilakukan pertama kali di dalam klub malam. Pakemnya sama, tapi diselingi dengan joke dan kata-kata lucu agar penonton terhibur,” kata Widyo Leksono.

Marketing Promotion Babyface Club and Karaoke, Obin Obin mengatakan jika konsep musik pengiring pun dibuat berbebeda dari aslinya. “Perbedaannya adalah pada alat musiknya, kami menggabungkan alat musik tradisonal dipadukan dengan alat musik modern. Kegiatan ini juga sebagai langkah untuk nguri-uri budaya Jawa,” timpalnya.

Menurut dia, cerita Rama dan Shinta sengaja dipertunjukkan untuk memasukan unsur budaya Jawa yang jarang sekali dikenal oleh generasi muda. Generasi muda saat ini lebih mengenal film percintaan seperti Romeo and Juliet ataupun Twilight. “Rama dan Shinta adalah drama percintaan yang melegenda, kita sengaja tampilkan saat hari Valentine ini agar budaya Jawa dan cerita rakyatnya tetap dikenang generasi muda,” pungkasnya. (den/smu)