Serangan PSIS Masih Melempem

193
KERJA KERAS: Pemain PSIS Bakhori Andreas, berduel dengan salah satu pemain belakang Persis Solo, dalam laga ujicoba sore kemarin di Stadion Manahan, Solo. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
KERJA KERAS: Pemain PSIS Bakhori Andreas, berduel dengan salah satu pemain belakang Persis Solo, dalam laga ujicoba sore kemarin di Stadion Manahan, Solo. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
KERJA KERAS: Pemain PSIS Bakhori Andreas, berduel dengan salah satu pemain belakang Persis Solo, dalam laga ujicoba sore kemarin di Stadion Manahan, Solo. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SOLO – Laga uji coba antara dua tim kontestan Divisi Utama 2015 yaitu Persis Solo versus PSIS Semarang yang digelar di Stadion Manahan Solo Sore (15/2) kemarin berakhir imbang 1-1. Satu gol tuan rumah berhasil dicetak oleh Bayu Nugroho di menit ke 62. Kemudian gol balasan PSIS terlahir melalui tembakan bebas M Yunus di menit ke 72.

Persis maupun PSIS sama-sama bermain cepat sejak menit pertama. Hanya saja beberapa peluang yang mampu diciptakan kedua tim belum bisa dikonversikan menjadi gol hingga akhirnya babak pertama bertahan dengan skor imbang 0-0.

Di babak kedua, baik PSIS maupun Persis tampak mulai mengubah komposisi permainan. PSIS mulai menurunkan proyeksi skuad utama mereka seperti Safrudin Tahar, M Yunus dan juga Hari Nur Yulianto.

Masuknya pemain-pemain pilar tersebut mampu mengubah irama permainan Mahesa Jenar. Hal itu ditambah dengan apiknya performa dua gelandang sayap mereka yaitu Indra Setiawan dan Bakori Andreas membuat PSIS tampil cukup impresif.

Juru ramu PSIS, M Dofir mengakui, secara keseluruhan timnya mampu tampil cukup impresif sore kemarin. Terbukti dengan sejumlah peluang yang mampu diciptakan oleh Fauzan Fajri dkk. “Hanya saja memang anak-anak masih lemah di penyelesaian akhir. Tapi tidak masalah karena memang tujuan utama kami di laga uji coba memang untuk memperbaiki sektor-sektor yang masih lemah,” terang M Dofir.

Selain itu pihaknya juga mengatakan beberapa kali timnya belum mampu tampil efektif. Terutama di lini tengah, dalam uji coba kemarin Dofir sedang mencari komposisi yang tepat di sektor tengah. “Pengambilan posisi anak-anak juga masih sering salah, itu yang membuat permainan kami terlihat kurang efektif terutama di lini tengah permainan,” kata pelatih yang juga pernah berkostum PSIS tersebut.

Sementara di kubu tim tuan rumah, pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo mengakui kekhawatirannya tentang demam panggung anak-anak asuhnya terbukti di laga yang disaksikan oleh ribuan pendukung tuan rumah kemarin. “Terutama di babak pertama, demam panggung membuat lini per lini kami terlihat monoton. Beruntung di babak kedua permainan kami mampu berubah, anak-anak mulai bisa tampil lepas,” tegasnya.

Mantan pelatih Persik Kediri itu juga memberi acungan jempol kepada empat pemain belakang mereka yang dikomandoi oleh Modestus Setiawan mampu tampil apik meredam kecepatan pemain-pemain PSIS. “Terbukti gol PSIS tercipta melalui bola mati karena empat pemain bertahan kami mampu tampil bagus menggunakan skema flat yang kami inginkan. Itu hal positif yang terlihat di uji coba tadi (kemarin, Red),” terang Aris.

Kemudian setelah bertarung dalam laga uji coba di Stadion Manahan kemarin, rencananya giliran tim Persis Solo yang akan melawat ke Stadion Jatidiri Semarang 21 Februari mendatang untuk melakoni uji coba lanjutan. “Kami tentunya berterima kasih dengan Persis atas terselenggaranya uji coba ini. kami harap di pertemuan kedua besok di Stadion Jatidiri pertandingan bisa berjalan lebih menarik,” sambung CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau Yoyok Sukawi usai laga sore kemarin. (bas/smu)