32.1 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Protes, Para Pedagang Bangun Lapak Permanen

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

REHAB PASAR : Meski dilarang, ratusan pedagang di Pasar Bandar merehab lapak menjadi bangunan permanen. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
REHAB PASAR : Meski dilarang, ratusan pedagang di Pasar Bandar merehab lapak menjadi bangunan permanen. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BANDAR–Ratusan pedagang Pasar Bandar, Minggu (15/2) siang kemarin, mulai membangun lapaknya menjadi kios secara permanen. Meski Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, sudah melarangnya.

Bahkan lapak di Blok B, milik Mashuri, 54, warga Desa/Kecamatan Bandar, membangun lapaknya tidak hanya dengan bata, tapi juga dengan besi beton. Sehingga bangunan lapak yang semula hanya dipisahkan dengan kayu, kini menjadi bangunan bata dan besi beton.

Pembangunan tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk kekecewaan. Lantaran ada salah seorang pedagang yang membangun lapak menjadi kios dengan mengambil lahan jalan yang letaknya persis di belakang Kantor UPT Pasar Bandar. Akibatnya, luas jalan masuk yang semula 6 meter tinggal 3 meter.

“Kalau lapak kami bangun permanen dilarang Pemkab Batanga. Mestinya lapak yang dibangun menjadi kios dengan menggunakan lahan jalan pasar, juga harus dilarang, karena telah menyalahi aturan,” ungkap Mashuri, Minggu (15/2) siang kemarin.

Mashuri juga menegaskan, hampir semua pemilik lapak, telah membangun lapaknya menjadi kios permanen. Ini sebagai bentuk pengamanan ketika meletakkan barang. “Semua pemilik lapak membangun permanen, sebagai pengaman untuk menyimpan barang. Kami mengetahui jika Bupati Yoyok menyarankan agar tidak dibangun permanen seperti ini. Tapi apa pihak pasar mau menjamin keamanan barang kami,” kata Mashuri, pedagang pakaian yang memiliki 2 lapak ini.

Hal senada dikatakan oleh Sunarto. Menurutnya, saran bupati untuk tidak membuat bangunan permanen, sulit dilakukan. Bangunan permanen ini, selain untuk menyimpan barang, juga memudahkan pembeli ketika berbelanja. “Kalau membuat permanen, kami bisa pasang papan nama. Dan bisa membuat bangunan tambahan pada bagian atasnya, untuk menyimpan barang,” ujar Sunarto.

Sunarto juga menandaskan agar Pemkab menindak tegas pemilik lapak, yang membangun kios tambahan dengan menggunakan badan jalan. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, selain menganggu keluar masuknya barang, juga menjadi kecemburuan pemilik lapak lainnya. “Sebaiknya Pemkab Batang menertibkan pemilik kios tersebut, jangan hanya menegur para pedagang lain,” tandas Sunarto.

Sementara itu, Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, menegaskan agar para pedagang Pasar Bandar melakukan studi banding ke Pasar Banyuputih yang dianggapnya baik dalam pengelolaan pasar. “Kami sudah menyarankan, agar para pedagang Pasar Bandar studi banding ke Pasar Banyuputih yang pengelolaannya lebih baik,” tegas Bupati Yoyok. (thd/ida)
Sarankan Studi Banding ke Pasar Banyuputih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Anggota Kepolisian Disarankan Pakai Jaket

DEMAK- Anggota kepolisian Polres Demak disarankan supaya lebih berhati-hati jika pulang pergi bekerja. Mereka diminta untuk selalu mengenakan jaket. Ini diperlukan untuk menghindari ancaman...

Dorong Mahasiswa Perkuat Soft Skill

SEMARANG – Dalam dunia kerja, prestasi akademik ataupun nilai hard skill yang bagus terkadang dinomor duakan. Perusahaan lebih memilih tenaga kerja yang memiliki soft...

Wali Kota Bantu Pengobatan Siti Mualifah

SALATIGA–Siti Mualifah, siswi kelas 2 SMKN III Salatiga yang terbaring lemah selama delapan bulan di rumah kakeknya di Kalilondo, Sidorejo Kidul, Tingkir, Salatiga, memantik...

Persik Kendal Targetkan Juara Linus

KENDAL - Persik Kendal mulai melakukan persiapan menghadapi Liga Nusantara yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Serangkaian persiapan dilakukan tim berjuluk Laskar Bahurekso...

More Articles Like This

- Advertisement -