SEMARANG – Indeks kebahagiaan Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 67,81 pada skala 0 – 100. Indeks kebahagiaan merupakan indeks komposit yang disusun oleh tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan yang esensial.

“Setiap aspek kehidupan memiliki besaran kontribusi yang berbeda-beda terhadap indeks kebahagiaan. Tiga aspek kehidupan yang memiliki kontribusi paling tinggi adalah pendapatan rumah tangga (14,95 persen), pekerjaan (13,20 persen), serta pendidikan (13,12 persen),” ujar Kepala bidang statistik sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Erisman.

Berdasarkan survei yang dilakukan BPS, indeks kebahagaian penduduk di perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Penduduk di perkotaan memiliki indek 68,36 dan 67,36 untuk penduduk Pedesaan.

Kemudian penduduk berstatus belum menikah dan menikah cenderung relatif sama indeks kebahagiaannya, yakni sekitar 68. Mereka yang berstatus cerai lebih rendah indeks kebahagiaannya, yaitu cerai hidup (63,38).

Selain itu, ucapnya, ada kecenderungan dengan makin banyak anggota rumah tangga, maka indeks kebahagiaan cenderung semakin tinggi. Namun hal ini hanya berlaku hingga anggota rumah tangga sebanyak 3 orang. “Kebahagiaan orang juga juga dipengaruhi oleh tingkat pendididikan dan penghasilan. Semakin tinggi pendidikan dan penghasilanya maka indek kebahagiaanya juga semakin tinggi pula. Orang yang pendapatannya Rp7,2 juta per bulan, lebih bahagian dibandingkan orang yang pendapatannya Rp1,8 juta per bulan” ujarnya.

Ia menambahkan, indeks kebahagiaan merepresentasikan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator kesejahteraan yang mengukur capaian berdasarkan standar yang tidak sama untuk masing-masing individu. (dna/smu)