Jelang Pilkada, Data Pemilih Belum Siap

151

SEMARANG – Kendati pilkada serentak di Jateng tinggal menunggu waktu, namun berbagai tahapan pemilu masih belum maksimal. Bahkan, masalah data pemilih yang merupakan permasalahan utama, masih belum terdata dengan baik.

”Kami di Komisi A, sudah terjun ke sejumlah daerah. Memang ada permasalahan terkait dengan data pemilih,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro.

Ia menambahkan, sejumlah KPU di daerah masih belum mendapatkan data kependudukan terkini dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Ada juga daerah yang Dispendukcapil mengaku belum pernah diajak koordinasi oleh instansi atasannya di provinsi. Padahal, data pemilih merupakan persoalan utama yang harus diselesaikan untuk mengetahui jumlah pemilih dalam pilkada. ”Hampir semua daerah belum siap dengan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4),” imbuhnya.

Dewan sudah berkunjung ke KPU di sejumlah daerah. Mulai dari Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Boyolali, Kendal, Rembang dan sejumlah daerah lainnya. Ia mengatakan, keterangan dari KPU sudah berkirim surat ke Dispendukcapil, namun belum ada respons. ”Ada yang memiliki data, tapi masih belum up date. Persoalan data kependudukan ini sangat krusial, jadi harus segera diselesaikan secepatnya,” tambahnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansur menambahkan jika KPU menghentikan tahapan pilkada sementara sambil menunggu keputusan KPU Pusat. Ia berharap, KPU segera menyelesaikan persoalan data pemilih. ”Tidak jarang dalam pilkada kerap terjadi data pemilih yang bermasalah. Makanya, persoalan ini harus segera diselesaikan,” katanya.

Sejumlah masalah yang muncul mulai dari data pemilih dobel, penduduk belum terdaftar, orang meninggal masih terdata hingga anggota TNI/Polri tercatat sebagai pemilih. ”Kami sudah mendesak agar KPU dan Disnakertrans berkoordinasi untuk merampungkan masalah ini. Sambil menunggu keputusan final terkait pilkada serentak di Jateng,” tambahnya.

Dewan berharap agar ada kejelasan terkait dengan pilkada di Jateng. Jangan memberikan informasi yang simpang siur, agar masyarakat tidak kebingungan. ”Sebab, pilkada yang akan menentukan masa depan daerah tersebut,” kata Ali. (fth/ida/ce1)