BERIKAN PENDAMPINGAN: Salah satu psikolog dari Laksita memberikan pendampingan kepada salah satu anak dan orang tua. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
BERIKAN PENDAMPINGAN: Salah satu psikolog dari Laksita memberikan pendampingan kepada salah satu anak dan orang tua. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
BERIKAN PENDAMPINGAN: Salah satu psikolog dari Laksita memberikan pendampingan kepada salah satu anak dan orang tua. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

LEMPONGSARI – Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 6 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, menggelar konsultasi psikologis gratis, Minggu (15/2). Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak sedini mungkin. Kegiatan yang digelar di Balai RW setempat, kemarin, menggandeng pakar psikologi dari Laksita, Semarang.

Ketua Kelompok PKK RW 6 Kelurahan Lempongsari, Hesti Sulistyowati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan rutin untuk memberdayakan masyarakat di bidang pendidikan. Perkembangan psikolgi, menurut dia sangatlah penting untuk melihat perkembangan anak di usia dini. ”Dari kegatan ini kita bisa melihat karakteristik dan tumbuh kembang anak-anak yang ada di RW 6, perkembangan anak sebenarnya tidak hanya dilihat dengan jasmaninya saja. Melainkan pada psikis dan mentalnya juga harus diperhatikan,” katanya kepada Radar Semarang, kemarin.

Dari hasil konsultasi kegiatan konsultasi kemarin, diketahui berbagai masalah di antaranya adalah sulit bersosialisasi, hiperaktif dan susah berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar. ”Anak-anak dengan ciri-ciri tersebut biasanya mengalami masalah ataupun mempunyai kelainan psikologi. Bisa jadi mereka termasuk dalam anak yang memiliki kebutuhan khusus,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Penggerak PKK Kelurahan Lempongsari, Lortha GB. Maharani, menambahkan, kegiatan ini menjadi pilot project dan akan dikembangkan di Kelurahan Lempongsari. Tujuannya untuk membantu keluarga yang membutuhkan bantuan tentang konsultasi perkembangan anak-anak usia dini. ”Sebelum orang tua melaporkan tingkah laku sang anak kepada mentor, akan dilakukan pemeriksaan secara psikologi oleh ahlinya. Jika memang terjadi gangguan, maka akan disampaikan kepada keluarga. Psikolog juga akan mendampingi keluarga tersebut dengan memberikan masukan-masukan agar sang anak bisa tumbuh normal,” tambahnya.

Terpisah, ahli Psikologi Laksita, Arijani Lasmawati mengatakan, secara umum kepedulian orang tua terhadap tumbuh kembang anak dan tingkat psikologi anak cenderung sudah sangat baik, namun banyak informasi kepada orang tua yang harus lebih diperkaya agar anak tidak tertekan. ”Caranya dengan melihat keseharian dan pola interaksi sang anak, pola interaksi yang tidak wajar pada sang anak harus diberikan penyuluhan,” pungkasnya. (den/zal/ce1)