BERSIHKAN IRIGASI : Warga dan anggota TNI dari Koramil 14/Ungaran membersihkan saluran irigasi Sipasiman yang tertimbun tanah di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BERSIHKAN IRIGASI : Warga dan anggota TNI dari Koramil 14/Ungaran membersihkan saluran irigasi Sipasiman yang tertimbun tanah di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BERSIHKAN IRIGASI : Warga dan anggota TNI dari Koramil 14/Ungaran membersihkan saluran irigasi Sipasiman yang tertimbun tanah di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (12/2) siang hingga Jumat (13/2) pagi menyebabkan bencana tanah longsor di beberapa titik wilayah di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Paling parah tanah longsor terjadi di Dusun Mrunten, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran. Sebab sawah terasiring selebar 80 meter setinggi 20 meter longsor sepanjang 100 meter menimpa saluran irigasi.

Selain itu, longsor juga terjadi Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono. Yakni, tebing longsor menimbun jalan alternative Sumowono-Temanggung. Akibatnya, Jumat (13/2) pagi kemarin jalur tersebut sempat ditutup untuk proses pembersihan material tanah dari badan jalan. Selain jalan, sebuah kandang kambing milik warga juga tertimbun hingga menyebabkan kerugian material sebesar Rp 50 juta.

Danramil 14/Ungaran, Kapten Inf Sumardi mengatakan bahwa longsor yang terjadi pada tebing persawahan akibat curah hujan sangat tinggi. Warga sebenarnya sudah menduga kalau akan terjadi longsor, sebab sudah terlihat ada rekahan tanah. Begitu terjadi, hujan terus menerus menyebabkan tanahnya longsor hingga menutup saluran irigasi Sipasiman.

“Di sini ada 3 titik longsor, yang paling parah menimpa saluran irigasi ini. Luas saluran irigasi yang tertimbun material tanah sepanjangnya 80 meter dengan lebar 1 meter,” tutur Sumardi, di sela-sela kerjabakti anggota Koramil dan warga untuk membersihkan material longsor, Jumat (13/2) pagi kemarin.

Sumardi mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan anggotanya untuk membantu masyarakat membersihkan tanah yang menimbun saluran irigasi. Sebab saluran irigasi tersebut sangat penting untuk pengairan sawah warga.
“Kami anggota Koramil bersama masyarakat berupaya menanggulangi tanah longsor secara manual. Sehingga saluran irigasi tidak tertutup tanah lagi,” kata Sumardi.

Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno mengatakan, wilayahnya rawan terjadi tanah longsor, sebab kondisinya berbukit sehingga ketika hujan deras sangat rawan terjadi bencana longsor. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan berupa bibit tanaman keras pada masyarakat. Tujuannya untuk memperkuat sawah terasering yang berada di perengan tanah berbukit. “Bibit-bibit itu nantinya akan ditanam untuk memperkuat tanah agar tidak mudah longsor,” tutur Dimas.

Sementara itu, di Desa Lanjan Kecamatan Sumowono juga terjadi bencana yang sama. Sebuah tebing yang berada di pinggir jalur alternatif Sumowono – Temanggung, mengalami longsor di empat titik. Akibatnya sempat menutup seluruh jalan sehingga sempat menutup akses transportasi. Warga dibantu anggota TNI, kemudian melakukan pembersihan material longsor secara manual agar jalan dapat digunakan. “Jalan yang tertutup dari Jalan Sumowono arah Temanggung. Kami berupaya membersihkan jalan sehingga dapat dilalui,” ujar warga Jupri Purnomo.

Selain jalan yang tertimbun, pagar di dekat gudang SMP 2 Sumowono di Desa Candigaron juga rusak karena terkena terlongsor. Begitu juga kandang kambing milik, Maryono, 56, warga Candigaron tertimpa longsor sehingga menyebabkan kandangnya rusak. Akibarnya sejumlah ayam miliknya mati, sedangkan kambingnya mengalami luka.

“Kejadian tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 04.00. Kerugian yang kami alami mencapai Rp 50 juta, karena kandangnya rusak dan beberapa ayam mati,” tutur Maryono. (tyo/ida)