Peran Perpustakaan dalam Masyarakat

440

Masalah utama yang dihadapi bangsa kita, khususnya dalam bidang pendidikan, di era globalisasi adalah rendahnya tingkat kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah pengembangan minat baca dan kebiasaan membaca. Dari fakta tersebut, perpustakaan diharapkan sebagai pusat kegiatan pengembangan minat baca dan kebiasaan membaca. Perpustakaan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap peningkatan dan pengembangan minat dan kegemaran membaca. Hal ini dilatari oleh peran dan fungsi perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat baca.

Namun kenyataannya, peran perpustakaan saat ini kadang tersingkirkan di saat orang-orang ramai membicarakan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih. Pada umumnya, peran perpustakaan masih belum memiliki peran yang sebagaimana yang diharapkan. Untuk menyikapi perkembangan zaman saat ini yang ditandai dengan terjadinya perubahan yang sangat cepat serta perubahan dalam segala bidang kehidupan masyarakat. Maka perpustakaan harus cepat beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi, bukan hanya mengisolir dalam dunianya sendiri.

Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada perpustakaan agar mampu menjawab kebutuhan informasi sesuai dengan perkembangan teknologi di era globalisasi. Oleh sebab itu sudah saatnya pemerintah berinisiatif untuk mencontoh beberapa praktik yang sudah dilaksanakan oleh negara-negara maju dalam mengembangkan perpustakaan dan memasyarakatkan budaya baca misalnya dengan membangun fasilitas sudut baca (reading corner) di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan mal, bandara, pelabuhan, terminal, taman kota, alun-alun, taman rekreasi, dan sebagainya. Tidak ada salahnya mencontoh sesuatu yang baik dari mana pun datangnya asalkan terbukti membawa manfaat. Bukanlah hal mustahil suatu saat nanti pustaka, buku dan budaya baca akan menjadi gaya hidup masyarakat (lifestyle). Seperti halnya handphone yang dulu hanya dimiliki oleh beberapa gelintir orang, sekarang sudah menjadi barang biasa dan digunakan oleh hampir semua orang. (*)

Yudhika Manggara Putra A.md
Pustakawan Universitas PGRI Semarang
Jalan Lingga Raya No 8 Semarang