Meski Dilarang, Tetap Nekat Naiki Truk

447
MEMBAHAYAKAN : Sejumlah bocah usia sekolah dasar (SD) dan anak punk, nekat menumpang truk di pertigaan pintu masuk Jalan Lingkar Ambarawa (JLA). (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
MEMBAHAYAKAN : Sejumlah bocah usia sekolah dasar (SD) dan anak punk, nekat menumpang truk di pertigaan pintu masuk Jalan Lingkar Ambarawa (JLA). (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
MEMBAHAYAKAN : Sejumlah bocah usia sekolah dasar (SD) dan anak punk, nekat menumpang truk di pertigaan pintu masuk Jalan Lingkar Ambarawa (JLA). (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

BAWEN—Sejumlah bocah usia sekolah dasar (SD) dan anak punk, nekat membahayakan dirinya sendiri dengan menumpang truk di pertigaan pintu masuk Jalan Lingkar Ambarawa (JLA). Padahal pengemudi truk sudah melarangnya, namun tak dihiraukan.
Sarito, 54, penjual asongan di daerah setempat mengaku kesulitan menasehati anak-anak tersebut. Sebetulnya, para sopir truk sudah melarang, takut kalau terjatuh. Tapi namanya anak-anak, dinasehati malah memberontak.

“Tadi itu, anak-anak masih setingkat kelas enam SD. Kalau tidak salah, mereka barusan bermain di daerah dekat sini. Rumahnya daerah Terminal Bawen, tapi tepatnya tidak tahu. Yang kami takutkan ketika naik, lalu jatuh. Sopirnya yang bisa terkena masalah, padahal sudah melarang,” terangnya, Jumat (13/2) kemarin.

Supardi, 26, sopir truk jurusan Surabaya-Jakarta juga mengeluhkan kenekatan anak-anak tersebut, meski dilarang. Masalahnya bukan pelit atau tidak, tapi keselamatan anak-anak. “Kalau dimintai tolong, saya mau-mau saja. Tapi jika anak-anak yang naik, kami tidak bisa mengontrol mereka di atas. Jangan-jangan main dorong-dorongan, kan bisa berakibat jatuh. Di daerah Bawen sering anak-anak kecil dan anak punk mencegat dan menaiki truk,” katanya. (abd/ida)