DIPANTAU: Pelaksanaan pelatda cabang-cabang olahraga akan terus dimonitoring dan dievaluasi oleh tim kerja KONI Jawa Tengah sepanjang tahun 2015 dan 2016 mendatang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
DIPANTAU: Pelaksanaan pelatda cabang-cabang olahraga akan terus dimonitoring dan dievaluasi oleh tim kerja KONI Jawa Tengah sepanjang tahun 2015 dan 2016 mendatang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
DIPANTAU: Pelaksanaan pelatda cabang-cabang olahraga akan terus dimonitoring dan dievaluasi oleh tim kerja KONI Jawa Tengah sepanjang tahun 2015 dan 2016 mendatang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua Umum KONI Jawa Tengah Hartono membentuk dua tim untuk mengoptimalkan pencapaian target menuju PON XIX/2016 di Jabar. Dua tim tersebut dinamai Tim Kerja I dan Tim Kerja II.

Tim Kerja I, menurut Hartono, akan fokus pada peningkatan prestasi cabang-cabang olahraga. Unsur pelaksana tim ini terdiri dari wakil ketua umum II, sekretaris umum, bidang pembinaan prestasi, bidang litbang, bidang iptek, bidang diktar, bidang hubungan antar-lembaga, bidang umum dan kesejahteraan pelaku olahraga dan bidang pulahta.

“Tugas pokok Tim Kerja I ini menyiapkan atlet menghadapi Pra PON tahun ini, serta berfikir bagaimana meningkatkan perolehan medali emas di PON XIX/2016 mendatang. Target kita memang bertahan di peringkat empat, namun perolehan medali emas harus bertambah,” tegas Hartono.

Serangkaian program juga telah disusun untuk Tim Kerja I. Di antaranya melaksanakan pelatda Pra PON 2015. Terdiri dari 670 atlet dan 120 pelatih, juga memberikan bantuan pelatih nasional 10 orang dan pelatih asing 5 orang, dengan target lolos mengikuti PON 2016 sebanyak 75 persen atau sekitar 503 atlet. Tim Kerja I juga akan melaksanakan tes awal kondisi atlet pelatda Pra PON Jateng, serta menyiapkan konsultan teknik program latihan umum dari luar negeri yakni Jerman dan Australia.

Tahun 2015 dan awal hingga pertengahan 2016 mendatang, Hartono juga mendoro9ng semua cabang olahraga untuk menyelenggarakan kompetisi. Baik tingkat provinsi, nasional bahkan internasional untuk wilayah Jawa Tengah. “Ini penting untuk meningkatkan kemampuan atlet, apalagi menjelang PON nanti. Kita juga mendorong cabor-cabor di tingkat kota dan kabupaten, agar juga banyak menggelar kejuaraan agar nanti muncul atlet terbaik di setiap cabor untuk mewakili Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara untuk Tim Kerja II, akan fokus pada penguatan organisasi dan kelembagaan.Sebagai unsur pelaksana adalah wakil ketua umum I bidang organisasi, sekretaris umum, bidang organisasi, bidang hokum dan bidang perencanaan anggaran.

Tugas utama Tim Kerja II, menurut Hartono, adalah menertibkan organisasi anggota atau KONI kota/kabupaten serta cabang olahraga. Kemudian mensosialisasikan standarisasi pertanggungjawaban keuangan kepada anggota KONI Provinsi Jawa Tengah, serta supervise organisasi dan hukum.

“Kita sudah mendata kepengurusan dan SK anggoat KONI Jateng yang telah habis masanya atau bernmasalah. Untuk KONI kota/kabupaten diharapkan segera menyelanggarakan musorkot atau musorkab tepat waktu, sementara untuk cabor yang masih ada dualisme harus segera menyelesaikannya secara intern. Di jateng saat ini ada dua cabor yang masih bermasalah yakni PTMSI dan ISSI. Mereka sudah harus menyelesaikannya sebelum Pra PON,” beber Hartono. (smu)