CARI YANG TERBAIK: Pelatih PSIS M Dhofir memberikan arahan pada para pemainnya saat berlatih beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
CARI YANG TERBAIK: Pelatih PSIS M Dhofir memberikan arahan pada para pemainnya saat berlatih beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
CARI YANG TERBAIK: Pelatih PSIS M Dhofir memberikan arahan pada para pemainnya saat berlatih beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PSIS akan menjalani laga ujicoba tandang versus Persis Solo di Stadion Manahan Solo, Minggu (15/2) besok. Pertandingan menarik ini akan dimanfaatkan oleh tim pelatih PSIS untuk menjajal skuad utama yang diproyeksikan untuk menjadi kekuatan inti di kompetisi Divisi Utama 2015 mendatang.

Dari beberapa kali laga uji coba yang telah dilakoni tim berjuluk Mahesa Jenar itu termasuk lawan Persija Jakarta kemarin, pelatih M Dofir memang telah menemukan komposisi terbaik di beberapa lini permainan tim.

“Kerangka tim utama sudah mulai kelihatan ketika kami coba di beberapa uji coba kemarin. Hanya saja kami tegaskan kerangka tim utama itu tidak paten karena kami terus memantau grafik pemain. Siapa yang dalam kondisi siap dia yang kami proyeksikan di tim utama,” tegas Dofir.

Perebutan komposisi utama PSIS saat ini paling ketat terjadi di lini tengah permainan. Maklum saja, di lini tersebut PSIS memiliki stok paling banyak pemain baik pemain muda maupun pemain-pemain matang yang telah resmi bergabung.

Sebut saja M Yunus, Edyanto dan Rizky Yulian masih harus bersaing memperebutkan tempat utama dengan pemain-pemain muda PSIS seperti Yogi Ardianto, Indra Setiawan, Bakori Andreas, Achmad Agung dan juga Dani Raharjanto.

“Di lini tengah kami memiliki banyak pilihan pemain. Secara grafik mereka juga menunjukkan grafik permainan yang meningkat. Terutama pemain-pemain muda, tentunya itu cukup menggembirakan. Namun memang di dua gelandang bertahan yang saat ini masih belum padu,” kata Dofir.

Kemudian di lini pertahanan, di bawah mistar dengan kembalinya Ega Rizky tentu membawa angin segar bagi tim. Eks penjaga gawang PSCS Cilacap itu masih harus berebut tempat utama dengan Syaiful Amr yang juga mampu tampil impresif.

Di pos center bek, dengan bergabungnya M Arifin tentu bakal menambah kokoh lini pertahanan mereka setelah sebelumnya PSIS juga telah memperpanjang kontrak Fauzan Fajri dan Safrudin Tahar serta mengontrak seorang pemain muda Anhar Latif.

“Untuk bek sayap kebutuhan tim juga hampir terpenuhi karena kami sudah memiliki Welly Siagian, Andriansah dan juga Ahmad Ilyas. Selain itu Safrudin Tahar juga bisa kami geser di bek sayap jadi banyak pilihan,” beber Dofir.

Sementara di pos penggempur, PSIS sebenarnya telah memiliki dua bomber yaitu Hari Nur Yulianto dan Noor Hadi. Hanya saja setelah resmi berkostum biru-biru saat ini, Noor Hadi belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya. “Mungkin Noor Hadi masih butuh waktu untuk penyesuaian, makanya kita akan terus coba dia dengan gaya permainan yang diinginkan. Mudah-mudahan Noor bisa segera in dengan tim,” pungkas pelatih yang
juga pernah berkostum PSIS itu. (bas/smu)