Cari Rebung, Tewas

205

KAJEN-Berniat mencari rebung (tunas bambu) di kebun miliknya di Desa Kutosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, seorang petani tewas, Jum’at pagi (13/2) kemarin. Korban yang diketahui bernama Danusri, 50, merupakan warga Dukuh Silumbung, Desa Doro, Kecamatan Doro. Penyebab kematiannya, diduga lantaran serangan jantung.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, kejadian itu bermula ketika korban mengajak anaknya, Esti Budiastuti, 29, untuk mencari rebung di kebun miliknya. “Kami berangkat sekitar pukul 07.00. Mau mencari rebung di kebun,” kata Esti.

Sesampainya di lokasi, korban sendirian masuk ke dalam kebun. Sedangkan Esti menunggu di tepi jalan tak jauh dari perkebunan. Setelah beberapa jam menunggu, korban belum juga keluar dari kebun dengan membawa rebung yang rencananya hendak dimasak. “Saya menunggu sekitar dua jam, ibu kok belum kembali. Masak cari rebung lama sekali,” imbuhnya.

Penasaran, Esti akhirnya mencari korban di kebun. Setelah berulang kali memanggil dan tidak ada jawaban, ternyata korban ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri. Mengetahui itu, badan Esti langsung gemetar. Bergegas, dia menuju rumah memberitahu keluarga yang lain. Sejumlah keluarga pun berdatangan ke lokasi membawa korban ke Puskesmas terdekat. Sebagian lainnya melapor ke Polsek Doro.

Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi melalui Kasubbag Humas AKP Guntur Tri Harjani mengatakan bahwa begitu mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, korban memang memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung. Diduga kuat penyakit korban kambuh saat di kebun, hingga akhirnya meninggal dunia,” terangnya.

Dugaan itu diperkuat berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Puskesmas Kecamatan Doro. “Dari mulut dan hidung tidak keluar cairan. Kemudian fisik luar tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal karena penyakitnya kambuh,” jelas dr Ryan.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Keluarga pun menerima kejadian itu sebagai musibah. (hil/ida)