KOLABORASI BUDAYA: Model memperagakan salah satu busana batik dalam fashion show bertema ”Redefined Tradition with Elegance” di salah satu rumah batik, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
KOLABORASI BUDAYA: Model memperagakan salah satu busana batik dalam fashion show bertema ”Redefined Tradition with Elegance” di salah satu rumah batik, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
KOLABORASI BUDAYA: Model memperagakan salah satu busana batik dalam fashion show bertema ”Redefined Tradition with Elegance” di salah satu rumah batik, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

SIMPANG LIMA – Uniknya motif batik Jawa berpadu dengan kekhasan motif Tiongkok hadir dalam pergelaran bertajuk ’Redefined Tradition with Elegance’ yang digelar di salah satu rumah batik di kawasan Simpang Lima, kemarin (13/2).

Desain simpel yang dihadirkan oleh sejumlah perancang menjadikan ragam koleksi tersebut tampil elegan dengan menonjolkan kekhasan dari tiap-tiap motif. Cantik dikenakan dalam perayaan Imlek mendatang.

Koleksi pertama tampil dengan gaya modern. Tampak dari paduan desain dalam warna-warna terang seperti merah, hijau dan biru. Warna-warna terang ini banyak dieksplorasi dalam busana lengan pendek berkerah cheongsam.

Kebaya encim yang dipadukan dengan batik motif Tiongkok kian mempertegas akulturasi dalam balutan busana. Dalam koleksi ini masih banyak bermain dengan warna-warna terang. Bahan foal maupun chiffon melayang diambil sebagai materi atasan. Koleksi ini tepat dikenakan dalam acara-acara formal.

Masuk ke segmen berikutnya, kembali ke batik dengan gaya kasual. Potongan simpel maupun asimetris dihadirkan sebagai variasi. Sedangkan motif lokcan maupun bunga teratai menjadi benang merah dari tema Imlek.

Managing Director PT Batik Danar Hadi Diana Santosa mengatakan, pergelaran ini merupakan salah satu upaya mengusung batik menjadi tren modern, namun tetap menonjolkan nilai-nilai kebudayaan serta etnik Indonesia.

”Kami senantiasa mendorong agar masyarakat Indonesia bangga dan mempromosikan tradisi tampilannya sehari-hari dengan gaya yang modern yet cultured. Termasuk juga untuk perayaan Imlek mendatang,” ujarnya. (dna/ric/ce1)