Muhammmad Riyawadi. (Sumber Akun Facebook Muhamad Riwayadi)
Muhammmad Riyawadi. (Sumber Akun Facebook Muhamad Riwayadi)
Muhammmad Riyawadi. (Sumber Akun Facebook Muhamad Riwayadi)

KENDAL – Dunia pendidikan di Kendal tercoreng dengan insiden perkelahian antar siswa yang mengakibatkan satu nyawa melayang. Insiden tidak terpuji ini terjadi di MTs NU 10 Penawaja, Kecamatan Pageruyung, Kendal. Dua siswa MTs duel di kamar mandi sekolah, hingga salah satunya meninggal. Korban meninggal diketahui bernama Muhamad Riwayadi, 15, Kelas VIII. Ia diduga tewas usai terlibat perkelahian dengan adik kelasnya berinisial MS, 14.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, insiden perkelahian siswa SMP ini tejadi Kamis (12/2) pagi. Kedua bocah SMP ini terlibat duel satu lawan satu di kamar mandi sekolah. Saat berkelahi itulah, korban terjatuh dan akhirnya kepala korban terbentur benda keras. Korban seketika hilang kesadaran dan langsung dibawa ke Klinik As Syifa Husada oleh guru-guru sekolah setempat. Diduga saat jatuh korban mengalami gagar otak sehingga nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Teman sekelas korban, Wahyu Agung mengatakan, korban memang sempat terlibat berkelahi dengan MS. Malah korban sempat memukul MS sebelum akhirnya korban Riwayadi terjatuh. “Setelah jatuh korban jatuh dan sempat kejang-kejang. Lalu korban dibawa ke ruang UKS,” katanya, Jumat (13/2).

Dugaan kuat, pemicu perkelahian, dari upacara sekolah Senin (9/2) lalu. Saat itu MS dan Riwayadi terlihat bertikai karena berebut tempat berteduh. “Karena kondisinya panas, keduanya sama-sama ingin berteduh dibawah pohon dan terjadi aksi saling dorong,” imbuhnya.

Tidak terima, kemudian Riwayadi menantang duel MS di kamar mandi sekolah di lantai dua. Saat itu terjadi aksi saling pukul oleh keduanya. Kejadian itu disaksikan oleh banyak teman-teman sekolah. “Teman-temann pada melihat, tapi tidak bisa melerai perkelahian itu karena ruang kamar mandi sangat sempit,” akunya.

Riwayadi adalah kelas VIII sedangkan MS adalah adik kelasnya yang masih duduk dibangku kelas VII. MS sendiri tidak berani saat ditantang berkelahi. “Jadi korban meninggal bukan karena terpeleset, tapi karena berkelahi dengan MS,” tambahnya.

Pihak sekolah enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi ke sekolah. Pihak sekolah seolah menyembunyikan kejadian tersebut lantaran dapat memperburuk citra sekolah. Kapolsek Pageruyung, AKP A Shodiqin membenarkan jika memang pihaknya mendapatkan laporan kasus dugaan perkelharian dari Kusmin, orang tua korban. Atas laporan tersebut, kemudian melimpahkan penanganan perkara ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kendal. “Sudah dilakukan pemeriksaan kepada lima orang. Empat orang saksi siswa dan satu lainnya Kepala Sekolah MTs Penawaja atas nama Slamet Nasikhun. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Semarang,” katanya.

Hingga kini diakuinya, pihak kepolisian belum berani menetapkan tersangka lantaran belum memiliki dua alat bukti yang cukup. “Untuk menetapkan tersangka, minimal harus memiliki dua alat bukti yang cukup. Sementara ini, kami belum menetapkan tersangka,” katanya. (bud/fth)