Sibuk Jadi Wakil Rakyat, Masih Sempatkan Mengajar

145
Annisa Devi Ika N. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)
Annisa Devi Ika N. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)
Annisa Devi Ika N. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)

Annisa Devi Ika N sudah 12 tahun mengelola lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Setelah menjadi anggota DPRD Jateng, Annisa tetap menyempatkan diri mengajar anak-anak. Seperti apa?

MIFTAHUL A’LA, Semarang

DUNIA pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini menjadi perhatian khusus dari Annisa Devi Ika N. Baginya, anak usia dini wajib mendapatkan bekal pendidikan yang bagus. Agar kelak masa depan anak bisa cerah dan bisa menjadi generasi penerus yang cerdas. ”Anak kecil ibarat kertas putih yang masih kosong dan bersih. Apa pun yang kita tuliskan pasti diingat. Untuk itulah pendidikan usia dini harus menjadi priorotas utama,” katanya kepada Radar Semarang.

Berawal dari itulah, Annisa pun getol mengampanyekan pendidikan anak usia dini. Apalagi kala itu masih banyak orang tua yang belum sadar akan pentingnya pendidikan usia dini. Akhirnya, ia pun mendirikan lembaga pendidikan khusus anak usia dini pada 2002. Namanya Jemema Islamic School Semarang Erlangga yang berada di Jalan Erlangga Barat VII Semarang.

”Saya mendirikan PAUD itu bersama dua teman. Saat itu, gedung sekolahnya masih kontrak,” kenangnya.

Ia sengaja memfokuskan untuk mendidik anak-anak yang masih berusia antara 1 sampai 6 tahun. Diakui, perjuangannya merintis lembaga PAUD tidak mudah, dan banyak mendapatkan kendala. ”Yang paling sulit menyadarkan orang tua, jika pendidikan anak usia dini itu penting. Banyak orang tua yang beranggapan jika anak usia dini ya bermain tidak perlu sekolah,” katanya.

Alumnus S1 Sastra Inggris Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ini mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadarkan orang tua agar bisa lebih peduli pada PAUD. Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil memasuki 2007. Para orang tua mulai berbondong-bondong memasukkan anaknya ke PAUD yang dikelola. Agar terkesan tidak seperti sekolah formal, ia pun mendesain PAUD-nya laiknya rumah yang menarik dan tidak membosankan bagi anak-anak usia dini.

”Konsepnya ruangan seperti rumah pada umumnya. Agar anak bisa lebih betah dan bisa bermain sambil belajar. Selain itu dengan menggunakan metode creative play dan berlandaskan Alquran dan hadis,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan anak usia dini sangat penting. Karena dengan mendidik sejak dini, bisa mengoptimalkan kemampuan dan menggali berbagai potensi sang buah hati. Ia sendiri sudah melakukan riset, dan hasilnya ternyata sangat beda. Anak yang sudah mendapatkan pendidikan kuat sejak kecil berpotensi lebih kreatif dan aktif di dalam kelas.

”Saya sudah melakukan penelitian cukup lama tentang pentingnya pendidikan bagi anak usia dini. Dan memang ada perbedaan cukup jauh antara anak yang mendapatkan pendidikan sejak usia dini dan yang tidak,” tambah mahasiswa S2 Psikologi Unika Soegijapranata ini.

Kini, kesibukan Annisa semakin bertambah setelah terpilih menjadi anggita DPRD Jateng periode 2014-2019. Meski begitu, di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Annisa masih tetap menyempatkan untuk mengajar meski sudah tidak intens.

Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman menarik, dan membuatnya kembali semangat ketika sudah berhadapan dengan anak-anak. Tingkah lakunya yang polos dan apa adanya membuatnya semakin tidak bisa meninggalkan jauh anak-anak. ”Saya banyak belajar dari anak kecil. Meski sibuk, saya masih tetap meluangkan untuk mengajar. Sudah menyatu, jadi sulit dipisahkan,” ucapnya. (*/aro/ce1)