Intensifkan Razia Kos-kosan

140

GAYAMSARI – Maraknya penyalahgunaan kos-kosan di Kota Semarang untuk kegiatan negatif, membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi gerah. Orang nomor satu di Kota Semarang itu pun meminta operasi yustisi kos-kosan diintensifkan.

”Penyakit masyarakat harus dideteksi sejak dini. Saya sampaikan kepada lurah untuk ajak RT/RW kalau perlu libatkan satpol PP. Seperti di Gayamsari ini kan banyak kos-kosan. Harus pemeriksaan rutin seperti KTP dan juga masalah narkoba,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah kos-kosan di wilayah Gayamsari kerap digunakan sebagai pesta narkoba. Selain itu juga, para penghuninya kurang tertib seperti tidak memiliki identitas dan juga masih menggunakan identitas daerah asal padahal mereka sudah lama tinggal di Kota Semarang.

Wali kota menambahkan operasi yustisi bermanfaat bukan hanya untuk menertibkan KTP dan upaya pencegahan tindakan negatif lainnya, tetapi juga sebagai upaya pencegahan aksi terorisme. ”Kadang kita baru sadar kalau ada teroris di sekitar kita. Makanya rutin pemeriksaan identitas penduduk penting sekali dilakukan,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

Hendi menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan di lingkungan masing-masing. Sehingga tidak hanya menjadi tugas satpol PP maupun pihak kecamatan saja.

Menanggapi instruksi wali kota tersebut, Camat Gayamsari Bambang Purnomo mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Satpol PP, Dispendukcapil, LSM pegiat antinarkoba dan Badan Narkotika Nasional (BNN). ”Untuk penertiban kos-kosan itu yang jadi sasaran berkembangnya narkoba. Kita kerja sama terus untuk operasi yustisi. Intinya kita satu muara untuk menyelamatkan generasi muda dari narkoba dan kegiatan negatif lainnya yang merusak masa depan,” katanya.

Sementara itu Lurah Gayamsari, Laily Widiyaningtyas menambahkan, selain di tingkat kelurahan, sosialisasi antinarkoba juga dilakukan di sekolah-sekolah. Melalui sosialisasi tersebut, pihaknya berharap jika terdapat seorang pecandu narkoba agar tidak langsung dipolisikan tetapi dilakukan pendampingan sampai sembuh. ”Selain itu kita juga kerja sama dengan ibu-ibu PKK. Kami beri mereka sosialisasi agar mereka tahu dulu tentang narkoba, bahayanya dan bagaimana pencegahannya,” tambahnya. (ewb/zal/ce1)