Hindari Motor, Truk Pupuk Terguling

163
PINDAHKAN MUATAN : Sopir dan kernet truk fuso AA 1857 DF yang terguling, terpaksa memindahkan muatan pupuknya untuk memudahkan evakuasi truk, di ruas Jalan Imam Bonjol Kecandran Kota Salatiga, Rabu (11/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PINDAHKAN MUATAN : Sopir dan kernet truk fuso AA 1857 DF yang terguling, terpaksa memindahkan muatan pupuknya untuk memudahkan evakuasi truk, di ruas Jalan Imam Bonjol Kecandran Kota Salatiga, Rabu (11/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PINDAHKAN MUATAN : Sopir dan kernet truk fuso AA 1857 DF yang terguling, terpaksa memindahkan muatan pupuknya untuk memudahkan evakuasi truk, di ruas Jalan Imam Bonjol Kecandran Kota Salatiga, Rabu (11/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Sebuah truk fuso AA 1857 DF bermuatan pupuk seberat tujuh ton terguling di ruas Jalan Imam Bonjol Kecandran Kota Salatiga. Yakni, 300 meter sebelum perempatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecandran, Rabu (11/2) kemarin, pukul 06.00. Truk terguling setelah menghindari tabrakan dengan sepeda motor yang belok mendadak.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar Semarang di lokasi kejadian, truk dikemudikan Dirun, 52, warga Banjarnegara melaju pelan dari arah Jetis menuju Muncul. Pada arah yang sama, sepeda motor yang dikendarai Faizah, 48, warga Ringinawe, RT 11 RW 1, Ledok, Argomulyo berbelok ke Perumahan Kecandran secara mendadak. Dirun yang kaget, berusaha menghindari sepeda motor tersebut untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Lantaran muatan truk penuh, truk oleng kemudian terguling setelah menabrak trotoar dari sisi kanan jalan.

“Saya menghindari sepeda motor, tapi karena mungkin muatan penuh, truk terbalik. Sebenarnya saya tadi mau lewat JLS, tapi di sana saya dengar sering terjadi kecelakaan, saya pilih lewat Jalan Imam Bonjol ini, tapi malah truk saya terguling,” ungkap Dirun.

Dirun mengungkapkan, ia mengangkut pupuk seberat tujuh ton dari Blitar menuju Dieng, Wonosobo. Beruntung, Dirun dan satu orang kernetnya tidak mengalami luka sedikitpun.

Sementara itu, pengendara sepeda motor, Faizah, 48, dan anaknya, Septiana, 7, mengaku dari rumah hendak menuju praktik dr Sudir Asfawi di dalam kompleks Perum Kecandran.

Kemarin, Dirun dan kernetnya langsung memindahkan puluhan karung pupuk yang tercecer di jalan. Dua anggota Satlantas Polres Salatiga juga terlihat mengamankan jalan sambil menunggu evakuasi truk tersebut. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas sedikit terganggu. (sas/ida)