UNGARAN-Sepertinya DPC PKB Kabupaten Semarang pesimistis dalam mendorong kader terbaiknya untuk maju mencalonkan diri sebagai Bupati Semarang dalam Pilkada Kabupaten Semarang Desember 2015 mendatang. PKB hanya bisa pasrah, mendudukkan kader terbaiknya sebagai calon wakil bupati (Wabup).

“Tentunya kami tidak egois memaksakan kehendak dalam membangun koalisi. Sangat wajar, ketika kami menawarkan kader PKB sebagai calon wakil bupati, karena perolehan suara PKB pada Pileg 2014 di urutan kedua,” kata Ketua DPC PKB, Mas’ud Ridwan, Rabu (11/2) kemarin.

DPC PKB akan menjalin koalisi dengan partai politik (Parpol) lainnya. DPP PKB juga telah memberikan keleluasaan untuk koalisi dengan parpol manapun. Hanya saja, saat ini PKB belum membangun komunikasi secara serius dengan parpol lain, lantaran masih menunggu revisi Perppu nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota disahkan DPR RI.

“Tanpa koalisi, kami tidak bisa mengusung calon sendiri. Makanya, kami akan membangun koalisi ketimbang komunikasi terhadap nama-nama yang ingin mencalonkan diri. Kami akan komunikasikan dengan parpol koalisi sehingga untuk mendudukan kader PKB sebagai wakil tidak ada keterpaksaan,” ujar Mas’ud.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada PKB, Badarudin mengatakan bahwa komunikasi politik yang akan dibangun PKB setelah ada penetapan revisi Perppu 18 Februari 2015 mendatang. Saat ini, baru tahap penjajakan dengan beberapa parpol.

“Saat ini, koalisi belum serius, baru sebatas informal. Kami menunggu revisi Perppu disahkan. Sebab, jika buru-buru dilakukan dan ternyata regulasinya diubah, tentu peta politiknya juga akan berubah,” pungkasnya. (tyo/ida)