Cemburu, Icuk Bantai Pacarnya

222
SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono saat menginterogasi tersangka Sukowati alias Icuk. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono saat menginterogasi tersangka Sukowati alias Icuk. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono saat menginterogasi tersangka Sukowati alias Icuk. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Tak sampai 24 jam setelah kejadian, pelaku pembunuhan terhadap Nur Komsanah alias Ririn, 17, pekerja seks komersial (PSK) di Jalan Agrorejo Gang I, Kalibanteng Kulon, Semarang Barat akhirnya dibekuk. Tersangka diketahui bernama Sukowati alias Icuk, 24, warga Parakan, Temunggung. Residivis kasus penganiayaan ini ditangkap setelah 12 jam bersembunyi di gorong-gorong sekitar 200 meter dari TKP.

Icuk mengaku, sebelumnya tidak berniat membunuh korban yang saat kejadian tengah hamil 3 bulan. Ia kalap lantaran dibakar api cemburu setelah korban dekat dengan laki-laki lain. Akibat cemburu itu, membuat dirinya nekat menganiaya wanita muda yang telah dipacarinya selama 7 bulan tersebut. Icuk sempat menendang, menginjak-injak tubuh korban, serta memukulinya hingga bersimbah darah.

”Saya sempat menjambak dan memukulnya dengan asbak hingga dia (korban) tidak sadar. Saat itu, saya berniat membawanya ke rumah sakit naik taksi. Sebelumnya saya mengganti baju dia dan membersihkan lukanya. Tapi malah ketahuan warga,” kata pria yang tangan dan sekujur tubuhnya penuh tato itu.

Begitu ketahuan warga, ia sempat kabur ke arah makam, dan bersembunyi di gorong-gorong selama 12 jam. Saat bersembunyi, Icuk sempat meminta bantuan temannya melalui pesan singkat SMS agar mengambil motor miliknya yang ditinggal di depan wisma milik Umi Kulsum, 37, tempat Ririn bekerja.

”Saya nggak tahu kalau dia meninggal, saya hanya memukul dan tidak ada niat membunuh,” ujar Icuk, yang mengaku sehari-hari menjadi pembuat keranjang tembakau ini.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, jika tersangka tergolong sadis saat menganiaya korban. Hal tersebut terbukti dari hasil otopsi jenazah korban yang menyebutkan tulang rusuk korban patah, bahkan ada yang menembus jantung. ’Kematian korban diduga karena tulang rusuk yang patah menembus jantung,” jelasnya.

Dikatakan, sebelum ditangkap, pihaknya sempat menerjunkan unit satwa untuk mengendus jejak tersangka. ”Ia ditangkap saat bersembunyi di gorong-gorong dekat lokasi pembunuhan. Sebelumnya kami memeriksa saksi dan melakukan olah TKP,” katanya.

Pasca penangkapan tersangka yang ditembak kaki kirinya, polisi mengamankan barang bukti sebuah asbak, potongan rambut, dan baju korban serta sebuah sepeda motor Suzuki Satria FU bernopol AB 6789 FA milik tersangka. Atas perbuatannya itu, Icuk akan dijerat pasal 338 KUHP atau pasal 351 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (den/aro/ce1)