28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

15 Mahasiswa Asing Bermain E-Gamelanku di Udinus

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

KENALKAN BUDAYA: Sebanyak 15 mahasiswa asing asyik memainkan E-Gamelan di kampus Udinus kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG)
KENALKAN BUDAYA: Sebanyak 15 mahasiswa asing asyik memainkan E-Gamelan di kampus Udinus kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG)

SUATU hasil riset akan menjadi maksimal jika sudah dipatenkan dan hasilnya diaplikasikan untuk kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sebatas purwarupa semata. Terlebih jika hasil penelitian tersebut merupakan inovasi maupun pengembangan dari produk tradisional. Seperti Elektronik Gamelan Kampus Udinus (E-Gamelanku) yang telah mendunia dengan tampil pada acara hibah seni dan dipentaskan di CYCU Taiwan pada Juni 2010 dan di Singapura pada Juli 2010. Kini E-Gamelanku sering dijadikan partner oleh beberapa institusi dalam menyambut tamu kebudayaan untuk lebih mengenalkan budaya Jawa.

Udinus diberi kehormatan untuk mengenalkan tentang gamelan tradisional sekaligus menunjukkan transformasinya menjadi E-Gamelan di Gedung E lantai 3. Sebanyak 15 mahasiswa asing hadir dalam acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Brasil, Jerman, Prancis, Cina, Korea Selatan, Taiwan, Bahrain, Thailand, dan Vietnam.

”Inilah salah satu cara kami untuk mendekatkan budaya asli Indonesia pada dunia. Terlebih E-Gamelanku ini adalah produk hasil penelitian mahasiswa dan dosen Udinus, yang kemudian dikembangkan di berbagai platform seperti iOs, android, Blackberry dan Windows,” papar Pulung Nurtantio Andono, Wakil Rektor III bidang Riset dan Kerja sama Udinus, kemarin.

Tidak hanya untuk memperkenalkan saja, tim E-Gamelanku juga mempersilakan mahasiswa asing tersebut untuk mencoba langsung. Memainkan gamelan tradisional Jawa yang asli, dan kemudian memainkan versi E-Gamelanku di iPad.

”Tujuannya tentu saja untuk mempermudah penyebaran eksistensi budaya Indonesia. Mahasiswa dari berbagai negara ini dapat mengakses gamelan versi elektronik di gadget, dan memainkannya langsung saat pulang ke negara mereka masing-masing,” tambah Pulung.

Saat ini E-Gamelanku sudah sering mengisi berbagai acara baik di Semarang, mapun di kota lain seperti Solo dan Jogja. ”Dari seluruh anggota E-Gamelanku ini, semuanya mahasiswa dan kami mengemban tugas mulia untuk nguri-uri budaya Jawa,” ujar Bonita Hardiyanti, Ketua E-Gamelanku bangga.

Julie Lagarde, mahasiswi asal Prancis kemarin tampak sibuk mengutak-atik sabak elektronik milik E-Gamelanku. ”Saya suka seni, dan E-Gamelanku ini merupakan inovasi mutakhir. Saya akan sering-sering memainkannya saat kembali ke negara saya, apalagi sudah bisa dimainkan di berbagai jenis gadget,” tandas mahasiswi 22 tahun ini. (ewb/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -