PIKIR-PIKIR: Para terdakwa saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
PIKIR-PIKIR: Para terdakwa saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
PIKIR-PIKIR: Para terdakwa saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

MANYARAN – Sebanyak 14 mantan anggota DPRD Kota Semarang periode 1999-2004 divonis bersalah dalam sidang kasus korupsi asuransi fiktif 2003 yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (11/2) kemarin. Para terdakwa diganjar hukuman berbeda-beda. Meski begitu, ke-14 terdakwa tampak rileks menghadapi ketokan palu majelis hakim.

Informasi yang diperoleh Radar Semarang menyebutkan, dari 14 terdakwa, amar putusan dibagi menjadi tiga berkas perkara. Sidang pembacaan vonis untuk berkas perkara I dan II diketuai oleh hakim Antonius SH. Sedangkan untuk berkas perkara III diketuai oleh hakim Hastopo. Sidang pembacaan putusan berlangsung sekitar 4,5 jam.

Pada sidang pertama, hakim Antonius mengganjar terdakwa Ahmad Munif, Siti Markamah, Herman Yostam dan Adhi Kuntoro dengan hukuman pidana 1 tahun 4 bulan penjara. Selain itu, mereka juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

”Memutuskan bahwa para terdakwa secara sah telah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujar Antonius dalam amar putusannya.

Untuk sidang kedua, giliran terdakwa Idris Imron, Zaenuddin Buchori, Heru Widyatmoko, dan Otok Riyanto yang duduk di kursi pesakitan. Saat itu, hakim Antonius menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan penjara, serta denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Pada sidang ketiga dengan terdakwa Rudy Soehardjo, Leonard Andhik, Bambang Suprayogi, Fajar Hidayati, Sri Munasir, dan Sugiono. Keenam terdakwa dituntut berbeda-beda. Dua terdakwa Leonard Andik dan Fajar Hidayati dituntut 2 tahun, sementara sisanya dituntut 4 tahun penjara. Empat terdakwa terakhir juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 36 juta dan Rp 33 juta atau setara dengan dua tahun penjara.

Pada sidang ini sempat diskor selama 15 menit oleh majelis hakim lantaran terdakwa Bambang Suprayogi baru mengembalikan kerugian negara yang dititipkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) senilai Rp 17.100.000. Uang tersebut diserahkan di depan majelis hakim.

Setelah itu, sidang dilanjutkan kembali. Hakim Hastopo menjatuhkan vonis kepada kelima terdakwa selama 1 tahun 4 bulan penjara. Sementara khusus kepada terdakwa Bambang Suprayogi dijatuhi vonis selama 1 tahun 10 bulan.

”Selain itu, kami menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa berupa denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara. Sementara itu, bagi saudara Bambang Suprayogi dijatuhi hukuman uang pengganti sebesar Rp 19 juta subsider 1 tahun penjara,” ujar Hastopo saat membacakan amar putusan.

Atas putusan hakim tersebut, para terdakwa menyatakan pikir-pikir. Mereka diberi waktu 7 hari untuk memutuskan apakah menerima vonis tersebut atau mengajukan banding.

Kuasa hukum para terdakwa, Musyafak, menyatakan, bahwa kliennya Sri Munasir telah mengembalikan kerugian negara pada 15 Januari lalu. Selain itu, di depan majelis, dia juga meminta supaya JPU mau menerima uang titipan dari Bambang Suprayogi sebesar Rp. 17.100.000. (mg21/aro/ce1)