Wisatawan Batalkan Arung Jeram

172
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU TETAP BERANGKAT: Sejumlah wisatawan bersiap mengikuti arung jeram di hulu Kali Progo.
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU
TETAP BERANGKAT: Sejumlah wisatawan bersiap mengikuti arung jeram di hulu Kali Progo.
MAGELANG – Musibah terbaliknya perahu karet di Kali Progo yang menewaskan seorang peserta membuat pengelola olahraga arung jeram merugi. Sebab, banyak calon wisatawan yang membatalkan ikut arung jeram meski sebelumnya sudah memesan.
Manager Progo Rafting, Imam Safii, mengakui pihaknya merugi karena masyarakat yang ketakutan, akhirnya beralih ke wisata lain. Setidaknya ada 5 grup yang membatalkan wisata arung jeram di perusahaan yang dikelolanya. Kerugian yang ditanggungnya hingga Rp 30 juta.
“Banyak yang nggak tahu musibah itu terjadi di Kali Progo sebelah mana. Lalu siapa operatornya? Semua belum jelas, namun sudah banyak tamu kami yang membatalkan rafting,” jelasnya yang ditemui di basecamp Progo Rafting di Hotel Puri Asri Kota Magelang, Selasa (10/2).
Kata dia, mendapatkan kejelasan memang membutuhkan waktu. Namun jika berdasarkan standard operating procedures (SOP) federasi rafting, ada kewajiban bagi operator untuk membuat rilis resmi yang menjabarkan kronologi kecelakaan. Dijelaskan Imam, rilis dibuat setelah korban ditemukan.
“Setelah ada rilis resmi, dikuatkan dengan kepolisian, Sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya lagi,” tandasnya.
Dia menegaskan, arung jeram yang celaka tersebut bukan dioperatori Progo Rafting. Ia mengklaim, wisata rafting tetap aman, terutama di Kali Progo bagian hulu. Selain itu, menurutnya, Sungai Elo juga masih menjadi jalur aman dan nyaman untuk dilalui karena masuk pada grade 3 yang cocok untuk pemula.
“Musibah terbaliknya perahu itu terjadi di Kali Progo bagian bawah. Jalur itu termasuk grade 4-5 atau masuk dalam jalur profesional. Sementara Progo bagian hulu termasuk grade 3 jalur pemula,” jelasnya yang berharap geliat rafting kembali pulih. (put/ton)