KAJEN-Tiga jembatan penghubung antardesa di Kabupaten Pekalongan rusak diterjang banjir. Selain membuat warga terisolasi lantaran akses transportasi terputus dan kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

Tiga jembatan tersebut adalah jembatan di Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Desa Wangendowo Kecamatan Bojong dan Desa Bojongkoneng Kecamatan Kandangserang.

Camat Kandangserang, Istiyanto mengatakan bahwa ambrolnya jembatan Desa Bojongkoneng tersebut terjadi pada Sabtu (7/2) dinihari. Titik kerusakan terletak di sebelah barat. “Jembatan itu ada di Kali Sahan Dukuh Harjosari Desa Bojongkoneng. Pondasi yang sebelah barat ambrol akibat banjir,” jelasnya.

Selain akibat terjangan banjir, kata Istiyadi, jembatan yang dibuat pada 1996 tersebut diduga sudah lapuk oleh usia. Jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 30 meter tersebut merupakan akses utama Dukuh Sironggos dan Dukuh Harjosari. “Jembatan hanya bisa dilewati sepeda motor. Itupun harus dituntun. Kerugiannya mencapai Rp 300 juta,” imbuhnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Tri Handaya mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan survei lapangan. Hasilnya, kerusakan jembatan di antaranya disebabkan karena pilar penyangga dan pondasi ambrol.

“Kerusakan jembatan Desa Ujungnegoro, Kesesi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kemudian jembatan Desa Wangandowo, Bojong, pilar penyangganya ambrol dengan kerugian puluhan juta rupiah. Sedangkan jembatan Desa Bojongkoneng, Kandangserang juga ambrol, kerugiannya juga ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Tri menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam tahap penghitungan kerugian atas kerusakan jembatan tersebut. “Kami masih melakukan inventarisasi. Masih dalam tahap penghitungan‎. Penanganannya nanti oleh BPBD,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko mengatakan bahwa perbaikan tersebut bakal dilakukan pada 2015. “Rencananya akan diperbaiki tahun ini menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT). Untuk penghitungan konstruksi, DED (Detail Enginering Design) itu di SKPD terkait,” jelasnya.

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto mengatakan bahwa dana sekitar Rp 9 miliar sudah disiapkan Pemkab Pekalongan untuk penanganan bencana. Seperti perbaikan aliran sungai dan talud. “Total anggaran yang disiapkan pada 2015 untuk revitalisasi tanggul, pengamanan pantai dan perbaikan saluran irigasi, sebesar Rp 9 miliar,” kata dia.
Dijelaskan, anggaran itu antara lain meliputi Rp 6 miliar dari APBD 2015, sedangkan Rp 3,13 miliar dari DAK (dana alokasi khusus) APBN 2015. (hil/ida)