Rina Iriani. (DOK/RASE)
Rina Iriani. (DOK/RASE)
Rina Iriani. (DOK/RASE)

MANYARAN – Sidang putusan atas dugaan kasus korupsi Griya Lawu Asri (GLA) di Pengadilan Tipikor Semarang, dengan terdakwa mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, ditunda dengan alasan majelis hakim masih belum selesai menyiapkan berkas putusan. Dengan begitu putusan yang seharusnya dibacakan kemarin, ditunda pekan depan, Selasa (17/2).

”Majelis hakim masih belum selesai musyawarahnya. Sehingga butuh waktu lagi untuk melanjutkan musyawarah lagi,” kata majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto.

Hakim anggota Gatot Susanto mengatakan, putusan Rina terpaksa ditunda lantaran perkaranya masih membutuhkan musyawarah yang panjang. Terlebih, perkara yang menjerat Rina adalah dua kasus hukum, sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak. ”Ini kan ada dua kasus, korupsi dan pencucian uang. Nanti dalam putusan, berapa aset yang seumpamanya disita kan harus jelas. Itu masih kami musyawarahkan,” kata Gatot, usai sidang.

Sebelumnya Rina dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana sepuluh tahun, denda Rp 1 miliar atau subsider enam bulan kurungan. Mantan Bupati Karangayar itu dinilai secara sah dan meyakinkan melanggar pasal Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU 30/1999 yang ditambahkan dalam UU No 20/2001 tentang pemberantasan korupsi jo Pasal 65 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Rina juga dinilai bersalah melanggar dakwaan Pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). ”Saya dididik dari kecil untuk menghadapi semua cobaan. Apa pun yang terjadi saya siap. Nunggu mukjizat dari Allah,” kata Rina

Rina Iriani juga berencana menerbitkan sebuah album musik terbarunya. Hal tersebut akan terlaksana jika kasus yang menjeratnya saat ini, Korupsi Griya Lawu Asri dan pencucian uangnya sudah selesai di persidangan. ”Nanti habis kasus ini selesai, saya akan terbitkan album,” kata Rina (mg21/zal/ce1)