“Karena kebanyakan mereka sudah berusia lanjut, jadi ini agak menjadi pertimbangan kami melaksanakan atau tidak ujian kejar paket sesuai aturan pemerintah pusat.”
Agus Sarwono
Kabag Pemdes

TEMANGGUNG—Ribuan perangkat desa di Kabupaten Temanggung belum berijazah SMA. Padahal, dalam PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa dan Aparat Pemerintah Desa ditetapkan bahwa perangkat harus berpendidikan minimal SMA dan sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Temanggung, Darmadi mengatakan, sejauh ini belum ada instruksi dari bupati maupun pihak terkait untuk penyelenggaraan ujian bagi para perangkat desa. Padahal, Disdik di beberapa daerah sudah gencar menyelenggarakan ujian penyetaraan bagi perangkat desa. Untuk Temanggung, Disdik setempat belum bisa menyelenggarakan. “Belum ada instruksi, karena itu kami belum dapat menindaklanjuti.”

Kabag Pemerintah Desa (Pemdes) Sekretariat Daerah Temanggung, Agus Sarwono menambahkan,
pihaknya belum akan melaksanakan penyelenggaraan ujian kejar paket bagi para aparat pemerintahan desa.

“Karena kebanyakan mereka sudah berusia lanjut, jadi ini agak menjadi pertimbangan kami melaksanakan atau tidak ujian kejar paket sesuai aturan pemerintah pusat.”

Agus mengakui, masih banyak jumlah perangkat desa yang belum memenuhi standar pemerintah pusat. Yaitu, kurang lebih baru sekitar 50 orang yang sudah berijazah SMA dan sederajat. Sisanya, berijazah SMP, bahkan SD.

Data yang diterima dari hasil pendataan 2014 pada semester pertama di seluruh 266 desa se-Kabupaten Temanggung, tercatat 1002 orang perangkat desa lulus SD dan 1145 perangkat desa baru lulus SMP. (mg3/isk)