Pintu Air tak Fungsi Sebabkan Genangan

164
PENYEBAB BANJIR: Wali Kota Semarang bersama Sekda melihat kondisi pintu air saluran yang tidak berfungsi setelah mendapat laporan warga Kelurahan Purwosari Semarang Utara. (Humas for Rase)
PENYEBAB BANJIR: Wali Kota Semarang bersama Sekda melihat kondisi pintu air saluran yang tidak berfungsi setelah mendapat laporan warga Kelurahan Purwosari Semarang Utara. (Humas for Rase)
PENYEBAB BANJIR: Wali Kota Semarang bersama Sekda melihat kondisi pintu air saluran yang tidak berfungsi setelah mendapat laporan warga Kelurahan Purwosari Semarang Utara. (Humas for Rase)

PURWOSARI – Sejak beroperasinya kolam retensi dan normalisasi Kali Semarang, wilayah Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, tidak lagi tergenang banjir dan rob. Hanya saja ada satu titik yang masih terjadi genangan akibat pintu saluran tidak berfungsi. Selain itu Pemkot Semarang juga masih memiliki pekerjaan rumah (PR) memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

”Alhamdulillah masalah rob dan banjir telah tertangani dengan baik di wilayah Purwosari ini melalui anggaran tahun 2014-2015. Alhamdulillah juga peran masyarakatnya luar biasa,” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam dialog bersama warga Purwosari usai kegiatan jalan sehat, Selasa (10/2) pagi.

Kondisi yang sudah tidak menjadi langganan banjir, menurut wali kota, perlu dibarengi dengan perubahan budaya. Kondisi wilayah yang kering tentunya perlu segera dilakukan pembenahan infrastruktur. Kondisi jalan yang sebelumnya naik turun dikarenakan adanya elevasi tanah menjadi perhatian yang perlu segera diperbaiki.

Tak hanya infrastruktur jalan, perbaikan dan pengecekan saluran juga akan dilakukan. Hal ini ditegaskan wali kota usai mengecek saluran yang ada di depan Pasar Purwogondo. Wali kota meminta kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) untuk melakukan pengecekan saluran terkait adanya genangan di depan Pasar Purwogondo. Menurutnya, tak seharusnya genangan muncul dengan beroperasinya sistem kolam retensi dan normalisasi Kali Semarang. ”Saya minta saluran sekunder dicek kalau perlu lakukan pengerukan sedimen serta pelebaran saluran,” tegasnya.

Hendi, sapaan akrab wali kota, meminta masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) sebaik-baiknya demi pembangunan wilayah sekitar. ”Manfaatkan momentum musrenbang untuk dapat menyampaikan saran, kritik serta masukan program yang mendasar dan dibutuhkan wilayah Purwosari ini. Jangan sampai terlewat,” tandasnya. (zal/ce1)