Lahan Pemprov Digunakan tanpa Izin

235

SEMARANG – Komisi A DPRD Jateng saat ini sedang fokus memburu aset di Jateng. Dari kunjungan di daerah ternyata banyak aset yang bermasalah dan tidak dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Di Manahan, Solo misalnya tanah seluas 4,410 m2 yang dikuasai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta ternyata tidak berizin. Padahal, lahan itu merupakan aset milik pemprov di bawah tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng. Temuan ini diketahui setelah dewan melakukan kunjungan ke UP3AD Surakarta.

”Ini salah satu temuan kami setelah turun ke daerah. Setelah ditelusuri ternyata penggunaan lahan itu tanpa izin,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro. Ia menambahkan, ketidakjelasan status lahan itu sudah terjadi sejak zaman Gubernur Bibit Waluyo. Dengan status tanpa izin, otomatis tidak ada pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD) dari lahan tersebut. ”Kalau tidak ada izin, otomatis tidak ada pemasukan untuk PAD. Ini kan masalah,” imbuhnya.

Politisi Gerindra ini mendesak agar Gubernur Jateng segera menyelesaikan persoalan tersebut. Jangan sampai kasus lahan yang bermasalah dibiarkan berlarut-larut, karena justru akan merugikan pemprov. Harus ada komunikasi antara Pemprov Jateng dengan Wali Kota terkait status lahan tersebut. ”Sebenarnya tidak masalah jika aset digunakan pemerintah daerah. Tapi yang penting harus ada kejelasan status hukum, biar ke depan tidak ada masalah,” tambahnya.

Ketua Komisi A DPRD Jateng, Masruhan Samsurie mengatakan Komisi A sedang fokus untuk menelusuri aset bermasalah di Jateng. Pihaknya mendesak agar Pemprov Jateng segera menginventarisir berbagai aset yang tersebar di daerah. ”Banyak aset yang bermasalah, ini harus menjadi perhatian Pemprov Jateng,” katanya.

Ia menambahkan, banyaknya aset bermasalah jelas akan mempengaruhi PAD di Jateng. Untuk itulah, berbagai aset harus dipetakan jelas agar tidak ada masalah di kemudian hari. ”Kami sedang fokus untuk menelusuri aset di Jateng. Karena ini merupakan aset berharga,””tambahnya. (fth/ric/ce1)