Hartono Coret Pengurus Tak Aktif

170

SEMARANG – Ketua Umum KONI Jateng Hartono akan bersikap tegas terhadap para pengurus di bawah kepemimpinannya. Dia mengancam akan mencoret siapa saja pengurus KONI yang tidak aktif dalam menjalankan tugasnya di kepengurusan KONI Jateng.

Kemarin, para pengurus KONI hasil pergantian antarwaktu KONI Jateng masa bakti 2013-2017 menandatangani perjanjian untuk bersedia dicoret ataupun di-reshufle bila tidak aktif dalam kegiatan-kegiatan KONI Jateng. “Kita perlu orang-orang yang punya komitmen tinggi dalam memajukan olahraga di Jateng. Tugas KONI Jateng sangat berat, jadi harus serius dan solid,” tandas Hartono.

Di kepengurusan hasil pergantian antarwaktu, memang ada beberapa nama yang dicoret karena selama ini tidak aktif. Selain itu, delapan nama mengisi Hartono. Dengan demikian, jumlah pengurus KONI yang sebelumnya 42 orang membengkak menjadi 50 orang.

Beberapa nama diantaranya Sekum Pengprov FORKI Jateng Andrinsyah yang menempati pos wakabid binpres. Kemudian Sekum Perbasi Sukahat yang diplot ke wakabid pendidikan dan penataran, sekum Pengprov PTMSI Jateng Dustamat yang mengisi pos wakabid umum dan kesejahteraan pelaku olahraga, serta Ketua Siwo PWI Jateng Darjo Soyat yang menempati kabid promosi dan media. Sejumlah reposisi juga terjadi di tubuh KONI. Misalnya, Iik Suryati Azizah yang sebelumnya berada di kabid umum dan kesejahteraan pelaku olahraga diplot menjadi wasekum III.

Pos yang mengalami perombakan total adalah binpres. Pos ini dipimpin Taufik Hidayah, dengan anggota M Nasution, Andriansyah, Joko Pranawa Adi, Soedjatmiko dan Henny Setyowati. ”Kami melakukan penyegaran. Pos binpres sangat strategis dan butuh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Kami optimistis, binpres sekarang lebih segar dan penuh figur yang kapabel,” kata Hartono.

Kenapa harus ada tambahan pengurus dan reposisi? Hartono menyebut bahwa kegiatan Jateng pada waktu mendatang sangat padat mulai Pra-PON, PON hingga tuan rumah PON Remaja II tahun 2017. Dengan demikian, KONI butuh tim kerja yang kuat.

Dia menilai, jumlah kepengurusan itu masih wajar, karena pengurus KONI Jabar mencapai 100 orang dan Jatim sampai 110 orang. Terkait dengan reposisi pengurus lama, selain aspek penyegaran, juga memberikan semua pengurus untuk saling belajar. Reposisi itu, sudah melalui rapat bersama dengan pengurus harian. ”Bisa saja ada yang kaget, kenapa saya dipindah ke pos baru. Ya, kita semua akan saling belajar. Satu hal lagi, semua pengurus besok akan menandatangani surat pernyataan kesediaan mengabdi, dan siap diresafel jika tak sanggup melakukan apa yang menjadi tupoksinya,” ujarnya.

Hartono kembali menjelaskan, soal upaya KONI melakukan terobosan dengan penguatan organisasi dan pembinaan prestasi. Di bidang organisasi, mulai transparansi bantuan ke cabang olahraga, kegiatan workshop tata kelola keuangan, kunjungan ke KONI kabupaten/kota hingga pembenahan ruang kesekretariatan KONI. (bas/smu)