Diperiksa Tujuh Jam, Harini Tak Ditahan

92
Harini Krisniati. (DOK/RADAR SEMARANG)
Harini Krisniati. (DOK/RADAR SEMARANG)
Harini Krisniati. (DOK/RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG KULON – Penyidik Kejari Semarang kembali memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi Program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007, Harini Krisniati, Selasa (10/2) kemarin. Harini diperiksa selama hampir 7 jam, mulai pukul 11.00 hingga 17.58.

Pemeriksaan dilakukan penyidik di ruang pelayanan informasi publik dan konsultasi hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang. Tersangka didampingi 2 kuasa hukumnya, dan mendapat 17 pertanyaan. Usai pemeriksaan, Harini langsung memasuki mobil Ford Everest bernopol B 174 SWK, dan meninggalkan kantor kejari.

Kepala Kejari Semarang Asep Nana Mulyana melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Arifin Arysad mengatakan, tersangka hadir untuk diperiksa setelah sebelumnya sudah membuat janji dengan penyidik.

”Sudah ada kesepakatan antara kuasa hukum tersangka dengan penyidik setelah sebelumnya beliau (Harini) sakit, Kuasa hukumnya sempat datang usai pemeriksaan yang pertama dengan bawa surat sakit, disampaikan bahwa akan datang hari ini (kemarin, Red),” kata Arifin kepada Radar Semarang.

Arifin menyebutkan, dari pihaknya belum sempat melayangkan surat pemanggilan. Mengenai akan adanya penahanan, pihaknya masih menunggu proses penyidikan. ”Kalau belum datang kemarin ya diadakan surat pemanggilan. Kalau masalah penahanan, kita lihat perkembangan hasil pemeriksaan. Yang jelas hari ini beliau (Harini) hadir dalam pemeriksaan. Jangan berandai-andai dulu, kita tunggu perkembangan dari penyidik,” sebutnya.

Dia juga menjelaskan, selain tersangka, ada 4 saksi dari sponsor yang hadir dalam pemeriksaan. ”Ada 4 saksi yang datang dari sponsorship. Mereka dari Ciputra, Bank Muamalat, Simoplas dan satu dari pemerintahan,” ungkapnya.

Ditemui usai pemeriksaan, kuasa hukum tersangka (Harini), Sayuto didampingi Suwiji dan Pardi mengatakan, selama diperiksa, kliennya mendapat 17 pertanyaan.

”Pemeriksaan masih mencocokkan dokumen, sekaligus menjelaskan dokumen terhadap Perda atau SK Wali Kota. Dalam pemeriksaan tadi sempat istirahat pukul 12.00, dan mulai lagi pukul 14.00,” kata Sayuto.

Sayuto menyebutkan, pemeriksaan kliennya masih dilakukan terkait kapasitas sebagai panitia SPA. Disinggung mengenai sakit yang dialami Harini sebelumnya, Sayoto mengakui kliennya kecapekan. ”Dia sakit kelelahan atau capek,” ujarnya
Harini Krisniati ditetapkan tersangka selaku sekretaris panitia SPA 2007 pada 6 Januari lalu. Kamis (29/1) lalu, ia diperiksa dan Senin (2/2) lalu kembali dipanggil, namun mengeluh sakit. Hingga kini ia belum ditahan. Penyidik menjerat Harini dengan dakwaan primer pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan subsider pasal 3. (mg21/aro/ce1)