Tujuh Kios Liar di Desa Jatijajar Dibongkar

153

UNGARAN-Bangunan liar tujuh kios di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang yang diduga milik oknum petugas Satpol PP Kabupaten Semarang, akhirnya dibongkar, Senin (9/2) kemarin. Kendati sudah dibongkar, DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemkab Semarang menyelidiki bisnis liar oknum Satpol PP lainnya.

“Pagi ini seluruh kios sudah dibongkar, tapi yang membongkar bukan petugas Satpol PP. Namun oleh para tukang batu. Setahu saya, itu kios milik oknum Satpol PP, karena pernah menggunakan mobil dinas untuk mengangkut material pembangunan kios. Saya punya fotonya, nanti saya carikan,” tutur Sarwoto, 45, tokoh warga Jatijajar.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, M Risun mengatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim untuk mengecek bangunan liar di Desa Jatijajar tersebut. Hasil pengecekan di lapangan, kios tersebut bukan milik anggotanya, tetapi milik orang yang dirinya tidak tahu identitasnya.

“Bangunan itu dibuat oleh warga yang dekat dengan oknum Satpol PP dan minta dispensasi. Tetapi kami tidak bisa menolerir itu. Saat ini, bangunan tersebut sudah dibongkar. Silakan dicek di lokasi,” tutur Risun, Senin (9/2) kemarin.
Kendati sudah dibongkar, namun kalangan DPRD Kabupaten Semarang mendesak agar eksekutif menelusuri bisnis liar Satpol PP lainnya. Sebab ditengarai masih ada bisnis-bisnis ilegal yang dijalankan oknum Satpol PP. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, menyatakan bahwa jika Pemkab tidak tegas, jangan salahkan masyarakat kalau mengambil tindakan sendiri. “Bupati juga harus menelusuri lagi kemungkinan bisnis liar oknum Satpol PP. Jika ada terindikasi beri sanksi tegas,” ungkapnya di Ungaran.

Ditambahkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong mendesak agar sanksi juga menyentuh pimpinan institusi Satpol PP. Sangat ironis, jika pimpinan Satpol PP tidak mengetahui apa yang selama ini dilakukan oleh para anggota atau stafnya. “Kalau bawahannya berulah, semestinya pimpinannya juga bertanggung jawab,” tandasnya. (tyo/ida)