IMPOR KW: Pejabat Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti miras impor palsu hasil racikan tersangka. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
IMPOR KW: Pejabat Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti miras impor palsu hasil racikan tersangka. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
IMPOR KW: Pejabat Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti miras impor palsu hasil racikan tersangka. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

BANYUMANIK – Seorang wanita mantan apoteker, berinisial TW, 48, dibekuk tim Ditreskrimsus Polda Jateng, karena menjadi peracik minuman keras (miras) impor palsu. Miras dengan brand elite itu kemudian dipasok ke sejumlah tempat dugem, karaoke dan tempat hiburan malam.

Bisnis ilegal yang mengeruk keuntungan ratusan juta rupiah ini diduga melibatkan sejumlah pengusaha tempat hiburan malam. Ditengarai banyak pengusaha tempat hiburan malam yang melakukan bisnis nakal ini. Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng saat ini masih mendalami dugaan keterlibatan pengusaha hiburan malam tersebut. Sementara ini, kepolisian baru menetapkan satu tersangka TW, yang merupakan warga Jalan Merbabu No 83, Desa Pulisen, Kelurahan Pulisen, RT 4 RW 6 Boyolali, Jateng. ”Miras impor palsu ini dipasarkan ke sejumlah tempat hiburan malam,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Joko Purbohadijoyo, di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (9/2).

Dijelaskan Djoko, tersangka yang merupakan mantan apoteker itu berperan memproduksi, meracik, memperdagangkan, menjual, dan mengedarkan miras palsu berbagai jenis tersebut. ”Dia memproduksi secara home industri, berpusat di rumah tersangka di Boyolali,” katanya.

Tersangka memproduksi setelah menerima order dari pengusaha tempat hiburan malam yang sampai saat ini masih dikejar. Berdasarkan pengakuan tersangka, wilayah pemasarannya di Magelang, Boyolali dan Jogjakarta. Namun tidak menutup kemungkinan diedarkan di tempat-tempat hiburan malam di Kota Semarang.

Penggerebekan tersebut dilakukan pada awal Februari lalu di sebuah rumah di jalan Merbabu No 83, Pulisen RT 4 RW 6 Boyolali, rumah tinggal tersangka. Tim kepolisian berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras palsu siap edar berbagai merek. ”Praktik tersebut telah berlangsung kurang lebih 2 tahun terakhir,” katanya.

Dalam teknisnya, lanjut Djoko, tersangka mengumpulkan botol-botol bekas minuman keras asli. Tersangka kemudian meracik bahan cairan beralkohol 85 persen, dicampur dengan air mineral dan zat pewarna. Kemudian hasil racikan tersebut dimasukkan ke botol berbagai macam bentuk dan diberi label mirip asli. ”Per botol miras itu dijual tersangka dengan kisaran harga Rp 100-200 ribu. Kemudian oleh pengusaha tempat hiburan, miras palsu tersebut dijual sesuai harga miras asli produk impor,” bebernya. Tersangka dijerat pasal berlapis, yakni, Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, serta Pasal 204 KUHP ayat 1 dengan ancaman 15 tahun penjara. (amu/zal/ce1)