Sampah Dijual ke Pengepul, Sebagian Dibikin Kerajinan

258
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU APRESIASI: Wali Kota Magelang Sigit Widyonidito melihat karya siswa SMP 9 Magelang yang terbuat dari daur ulang sampah nonorganik.
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU
APRESIASI: Wali Kota Magelang Sigit Widyonidito melihat karya siswa SMP 9 Magelang yang terbuat dari daur ulang sampah nonorganik.
SMP Negeri 9 Kota Magelang punya cara tersendiri untuk mengelola sampah. Seperti apa?

PUPUT PUSPITASARI, Magelang

UNTUK mengurangi volume sampah non-organik, SMP Negeri 9 Kota Magelang kini tengah giat menggalangkan sampah botol plastik. Sampah-sampah botol plastik lantas dijual ke pengepul. Hasil penjualan, dimasukkan sebagai kas OSIS pihak sekolah. Selanjutnya, uang tersebut digunakan untuk latihan berwirausaha.
“Kami memberikan pemahaman kepada siswa, bahwa sisa sampah nonorganik, jika dikumpulkan ternyata bisa menghasilkan uang dan bisa dimanfaatkan kembali oleh siswa,” kata Wakil Kepala Kesiswaan SMP 9 Magelang, Prasetyo, kemarin.
Tak hanya itu. Pihak sekolah juga mengajak siswa untuk mendaur ulang sampah-sampah tersebut menjadi kerajinan tangan. Seperti kerajinan dari aneka botol plastik yang dicat warna-warni. Beberapa bentuk sudah dihasilkan. Di antaranya, kerajinan bunga plastik, pesawat mainan, vas bunga dan sebagainya.
“Hasil kerajinan tersebut, kami pajang di depan ruangan guru. Tiap guru, memberi penilaian terhadap karya siswanya.”
Tak hanya sebagai pajangan siswa maupun guru. Sebagai bentuk apresiasi kreativitas dan inovasi para siswa, pihak sekolah sengaja memamerkan aneka kerajinan botol plastik kepada orang tua saat penerimaan rapor.
Tujuannya, untuk memotivasi siswa agar makin semangat. Juga tak berhenti untuk mengembangkan ide-idenya.
Wali Kota Magelang Sigit Widyonidito didampingi Wakil Wali Kota Joko Prasetyo mengaku senang dengan pelatihan kewirausahaan berbasis cinta lingkungan di sekolah tersebut.
“Upaya ini sangat bagus untuk melatih siswa makin sadar dengan lingkungan, serta memberi bekal berwirausaha dari hasil daur ulang sampah,” tuturnya usai inspeksi mendadak (sidak) di sekolah tersebut. (*/isk)