Pencarian Diperluas, Korban Belum Ketemu

205
SAR Kabupaten Magelang For Radar Kedu CARI : Sejumlah relawan menyisir tepi sungai untuk mencari korban laka air, kemarin.
SAR Kabupaten Magelang For Radar Kedu
CARI : Sejumlah relawan menyisir tepi sungai untuk mencari korban laka air, kemarin.
MUNGKID– Pencarian korban kecelakaan arung jeram di bantaran Kali Progo Kabupaten Magelang hingga Senin (9/2) sore belum ditemukan. Padahal, tim gabungan sudah melakukan penyisiran di sepanjang alur sungai.
“Tim sudah melakukan penyisiran hingga 5 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang,” kata Arief Setyohadi, relawan SAR Kabupaten Magelang, kemarin.
Sebagaimana diketahui, seorang peserta arung jeram bernama Mulyono, 45, warga Solo dilaporkan hilang sejak minggu siang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di jeram Budi L Kali Progo. Jalur tersebut dikenal ekstrem dan tidak direkomendasikan untuk pemula
Korban dan 39 rekannya mulai arung jeram di kawasan Mungkid Kabupaten Magelang. Kemudian direncanakan finish di daerah Dekso Kulonprogo Jogjakarta.
Menurut Arief, metode pencarian menggunakan sistem sisir dengan perahu karet. Ada juga, tim yang menyisir lewat daratan. “Sekarang melibatkan tim gabungan dari berbagai satuan termasuk TNI Polri,” katanya.
Relawan Brigana Blongkeng, Habib Saleh menambahkan, sejauh ini proses pencarian terkendala cuaca. Hujan yang mengguyur sejak siang memaksa tim untuk berhenti beroperasi. “Tinggi air mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena hujan juga terjadi di bagian hulu sungai,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini membuat proses pencarian tidak mungkin dilakukan. “Kami rencanakan ada juga relawan yang spesialis menyelam, tapi kondisi tidak memungkinkan,” kata dia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengatakan sejumlah relawan juga membangun tenda-tenda di kawasan bendungan Ancol Bligo Kecamatan Ngluwar. Banyak korban tenggelam sebelumnya, ditemukan di kawasan itu. “Jika cuaca tidak memungkinkan pencarian akan kami lanjutkan esok hari (hari ini, red),” kata dia.
Korban, kata dia, diduga tenggelam karena baju pelampung yang dikenakannya sudah terlepas. “Pelampung korban sudah hanyut namun tidak bisa diambil karena banjir,” kata dia.
Kasubag Humas Polres Magelang AKP Edi Sukrisna mengatakan, pihaknya juga sudah menyelidiki kasus ini. Pihaknya sedang mencari operator yang bertanggung jawab atas kejadian ini. “Informasi sementara operator berasal dari Magelang dan berada di wilayah Mendut,” ungkapnya. (vie/ton)