TINJAU RS LIMPUNG : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat meninjau pembangunan Rumah Sakit (RS) Limpung, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
TINJAU RS LIMPUNG : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat meninjau pembangunan Rumah Sakit (RS) Limpung, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
TINJAU RS LIMPUNG : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo saat meninjau pembangunan Rumah Sakit (RS) Limpung, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Proyek pembangunan RSUD Limpung, kembali mendapatkan kucura anggaran dari APBD Kabupaten Batang tahun 2015 sebesar Rp 4,5 miliar. Meski pada tahun 2013 dan 2014 lalu, Pemkab Batang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar.

Adapun pengerjaan beberapa paket kegiatan tersebut, meliputi pembangunan lanjutan gedung Poliklinik dan Administrasi sebesar Rp 200 juta, lanjutan gedung ruang bersalin dan penunjang rumah sakit Rp 1 miliar, gedung rawat inap selasar dan penataan lingkungan Rp 2,8 miliar, dan master plan Rp 200 juta, serta konsultan pengelolaan limbah rumah sakit sekitar Rp 50 juta.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pembangunan Rumah Sakit Limpung, Himawan mengatakan bahwa pembangunan RS Limpung mulai dikerjakan tahun 2013 dan dilanjutkan pada 2014 serta 2015.

Menurutnya, pada tahun 2013 pembangunan gedung IGD, penunjang medik, dan ruang bersalin telah selesai dilakukan. Tahun 2014 pembangunan gedung poliklinik dan tahun 2015 pembangunan dilanjutkan kembali untuk beberapa ruang guna memenuhi standar pelayanan rumah sakit.

“Tahun 2016 diharapkan sudah bisa operasional. Pemkab masih perlu menganggarkan dana lagi, untuk beberapa item lain seperti tempat tidur, alat kesehatan dan lainnya yang diharapkan bisa dipenuhi lewat APBD Perubahan atau DAK/TP, serta dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT),” ungkap Himawan.

Himawan juga mengatakan bahwa pada tahun 2015 ini, pihaknya sedang menyusun kelembagaan atau SOTK dan sudah masuk ke Prolegda. Rencananya pemenuhan sumber daya manusia (SDM) dan perizinan rumah sakit sudah termasuk di dalamnya.

Menurutnya, RS Limpung tersebut dibangun untuk memberikan pelayanan pada masyarakat Batang, khusunya wilayah timur dan di sekitarnya. “Selama ini masyarakat Limpung, Tersono, Reban, Pecalungan, Banyuputih dan lainnya, terpaksa menempuh jarak cukup jauh, jika membutuhkan pelayanan kesehatan. Sebab harus datang ke RSUD Batang atau bahkan ke rumah sakit di daerah lain,” tandas Himawan.

Sementara itu, Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo saat meninjau pembangunan RSUD Limpung menegaskan bahwa pembangunan RSUD Limpung merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan, khususnya untuk warga Kabupaten Batang Bagian Timur.
”Pembangunan RS Limpung menjadi prioritas bagi pembangunan Pemkab Batang. Kami berharap, di tahun 2016 nanti, rumah sakit baru ini sudah bisa dioperasionalkan,” tegas Bupati Yoyok. (thd/ida)