Pasar Modal Syariah Menggeliat

142

SEMARANG – Geliat pasar modal syariah kian terasa. Sosialisasi kepada masyarakat pun terus digencarkan guna mengembangkan sektor ini.

Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Semarang Stephanus Cahyanto mengatakan, beberapa tahun ini pasar modal syariah mulai berkembang. Secara nasional, dari yang sebelumnya hanya terdapat 2 sekuritas yang menjual produk berbasis syariah, saat ini telah berkembang menjadi 10. “Untuk di Semarang sendiri, dari total 24 sekuritas yang ada, saat ini sudah ada 5 sekuritas yang menjual produk berbasis syariah,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, pasar modal syariah ini ke depan akan masih terus berkembang. Terlebih Indonesia sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim. Hal ini dinilai sebagai peluang untuk berkembangnya sektor ini.

Pihaknya menyambut baik dukungan dari pemerintah dalam upaya menggeliatkan sektor ini. Mengingat, sejumlah negara lain juga telah jauh mengembangkan pasar modal syariah. “Kalau dibandingkan luar negeri seperti Malaysia, perkembangan pasar modal syariah kita tertinggal jauh. Padahal, dulu mereka belajar ke kita,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV Jawa Tengah dan DIY Y Santoso Wibowo mengatakan pasar modal syariah memiliki peluang untuk berkontribusi lebih besar dalam pembiayaan pembangunan. Pihaknya pun melakukan sejumlah upaya untuk mendorong perkembangannya.

Di antaranya dengan mencanangkan tahun 2015 sebagai tahun pasar modal syariah. Beberapa agenda yang akan dilakukan yaitu meluncurkan roadmap, paket regulasi dan produk baru serta logo pasar modal syariah. “Pengembangan infrastruktur dan ekspansi usaha membutuhkan pendanaan yang besar dan bersifat jangka panjang. Dalam hal ini pasar modal harus lebih didorong untuk berperan secara optimal, termasuk halnya pasar modal syariah,” ujarnya. (dna/smu)