Derita TBC, Napi Narkoba Tewas

256

PEKALONGAN-Narapidana kasus narkoba yang mendekam di Lapas 2A Pekalongan diketahui tewas karena penyakit TBC. Napi yang bernama Muslik, 38, asal Subang Jawa Barat tersebut diinformasikan menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.00.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kapolsek Pekalongan Utara AKP Sri Purminah menyatakan bahwa saat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kraton dalam kondisi sudah meninggal dunia. “Kami langsung berkoordinasi dengan Lapas untuk memberitahukan hal tersebut kepada pihak keluarga,” katanya.

Kalapas Kelas 2A Pekalongan, Suprapto menjelaskan bahwa kematian salah satu warga binaannya tersebut disebabkan penyakit TBC yang sudah diderita cukup lama. “Selama satu tahun ini, Muslik sudah diisolasi di Klinik Lapas. Karena penyakit TBC yang diderita sangat rentan menulari orang lain. Apalagi saat musim hujan, Lapas sering terkena banjir sehingga lembab. Satu bulan terakhir memang keadaan semakin parah,” ucap dia.

Pihaknya juga cukup kecewa dengan keluarganya. Lantaran selama ini tidak merespon atas sakit yang diderita Muslik. Bahkan sekedar untuk menjenguk atau menyemangati agar sembuh, tidak dilakukan. “Sehari dia (Muslik) bisa habis 1 sampai 2 tabung oksigen. Jika keadaan parah bisa lebih, karena nafasnya sangat sulit. TBC-nya sudah stadium tinggi,” lanjut Suprapto.

Sebelum dibawa ke RS habis isya’, sore hari keadaannya sudah anfal di klinik. Sudah coba ditangani, tapi tidak ada perkembangan. Sehingga langsung dibawa ke RS Kraton. “Kami dapat kabar dari RS pukul 21.00, dirinya sudah meninggal,” ungkap Suprapto.

Muslik napi pindahan Rutan Salemba yang tertangkap atas kasus narkoba di Petamburan, Jakarta Pusat. Masuk Lapas 2A Pekalongan pada 2012, dirinya sudah terlihat sakit. Pada September 2013, mulai masuk klinik Lapas dan diisolasi di ruang khusus. Pria yang masih bujang tersebut, seharusnya menjalani 6 tahun penjara.

Sementara itu, adik korban Muklis yang datang dari Subang mengaku langsung datang ke Pekalongan saat malam hari diberitahu oleh petugas Lapas.”Saya akan memakamkan kakak saya di kampung, Subang. Kami juga sudah mengetahui sakit kakak saya sebelumnya,” ucap dia. (han/ida)