Berharap Berkah dari Bambu Rezeki

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

DISIRAM: Jelang Imlek permintaan bambu rezeki meningkat tajam. (NURCAHMIM/RADAR SEMARANG)
DISIRAM: Jelang Imlek permintaan bambu rezeki meningkat tajam. (NURCAHMIM/RADAR SEMARANG)

KRANGGAN – Jelang Sincia atau perayaan Imlek, sejumlah toko yang menjual pernak-pernik khas Imlek diburu warga Tionghoa. Barang-barang seperti baju khas Tiongkok (cheongsam), lampion, dan pernak-pernik lainnya mulai kebanjiran pesanan. Salah satu pernak-pernik Imlek yang paling banyak dicari adalah pohon bambu rezeki yang memiliki bentuk seperti menara atau tangga.

”Bambu rezeki ini memiliki filosofi yang unik. Jika membeli dan merawatnya akan mendapatkan kemudahan rezeki. Selain itu juga bisa digunakan untuk seni merawat tanaman,” kata Tante Ibing, pemilik Toko Aple di Jalan Beteng, Pecinan, Semarang.

Untuk bambu rezeki ini, satu pot berukuran kecil dijual seharga Rp 50 ribu. Sementara untuk yang lebih besar dijual dengan harga Rp 350 ribu. ”Jelang Imlek ini setiap hari bisa laku puluhan, bahkan ada yang memesan pohon dengan ukuran besar,” tandasnya.

Selain pohon bambu rezeki, Tante Ibing juga menyediakan jasa penjualan dan persewaan baju Imlek yang juga banyak diburu warga keturunan Tionghoa.

Diakui, permintaan baju khas Tiongkok pada Imlek kali ini terbilang cukup tinggi dibandingkan tahun lalu. Kenaikannya mencapai 100 persen. Menurut dia, baju yang didominasi warna merah dan emas tersebut disewa oleh instansi swasta seperti bank guna memeriahkan Imlek.

”Sehari yang sewa bisa sampai 50 potong. Tarif sewa Rp 25 ribu per potong. Kalau tahun lalu hanya sekitar 20-an potong saja,” akunya.

Baju yang banyak disewa rata-rata model kaisar, jenderal, dan permaisuri. Selain menyewakan, Tante Ibing juga menjual baju baru dengan harga mulai Rp 100 ribuan. ”Penjualan baju juga tinggi, apalagi baju anak-anak. Bisa sampai 100 potong kalau jelang Imlek, harganya bervariasi lantaran diimpor langsung dari Tiongkok,” tandasnya. (den/aro/ce1)

JS; Persewaan Baju Khas Tiongkok Naik 100 Persen

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -