TEMANGGUNG- Persedian bibit di Balai Benih Ikan (BBI) Mungseng Temanggung minim. Akibatnya banyak permintaan yang tidak dapat dicukupi.
Kepala BBI Mungseng Kabupaten Temanggung, Djoko Susilo, mengatakan bahwa pada musim hujan seperti sekarang ini permintaan mengalami kenaikan. Jumlahnya bahkan bisa lebih dari satu ton dalam sebulan. “Permintaan biasanya terdiri dari benih ikan mas, lele juga nila. Yang paling banyak itu permintaan benih ikan nila,” kata Djoko.
Dijelaskan Djoko, proses pemijahan di musim hujan tidak dapat maksimal karena beberapa faktor. Seperti telur yang tidak menetas juga banyak benih mati akibat faktor cuaca.
Permintaan benih ikan di BBI Mungseng kebanyakan berasal dari masyarakat Temanggung. Selain itu sebagian dari warga Kabupaten Magelang, terutama dari wilayah Windusari yang berbatasan dengan Temanggung.
Benih ikan nila di BBI Mungseng diakui memiliki keunggulan, yaitu monoseks, benih yang dihasilkan karakternya jantan sehingga pertumbuhannya lebih cepat. “Kalau ikan nila biasa baru bisa panen ketika masuk usia lima bulan, sementara benih produk kami keunggulannya yaitu ketika usianya masuk tiga atau empat bulan sudah bisa panen,” jelasnya.
Harga benih ikan nila Rp 30 ribu per kilogram, benih lele Rp 25 per kilogram, dan benih ikan mas Rp 52 ribu per kilogram. Tahun ini BBI Mungseng ditargetkan memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) sebanyak Rp 340 juta. (mg3/ton)