Awalnya Cuma Disimpan, Kini Sudah Diterbitkan

INSPIRATIF: Stella Olivia saat membaca buku di perpustakaan kampus Unika Soegijapranata kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
INSPIRATIF: Stella Olivia saat membaca buku di perpustakaan kampus Unika Soegijapranata kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
INSPIRATIF: Stella Olivia saat membaca buku di perpustakaan kampus Unika Soegijapranata kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)

Meski memiliki kekurangan dalam komunikasi verbal, tak menyurutkan semangat Stella Olivia untuk berkarya. Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata, Semarang ini sudah menghasilkan karya novel. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

TAK semua orang yang memiliki kekurangan dalam komunikasi verbal memiliki kelebihan dalam hal menulis. Namun hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi Stella Olivia. Saat ditemui di ruang dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, gadis asal Juwana, Pati ini sepintas tidak ada yang beda dengan mahasiswa lainnya. Ia menempuh kuliah seperti mahasiswa pada umumnya di Fakultas Psikologi.

Namun rupanya Stella sedikit berbeda. Ia lemah dalam komunikasi verbal. Meski demikian, hal itu tak membuatnya patah arang. Dengan kondisi tersebut malah membuatnya memacu kemampuannya di bidang tulis-menulis hingga akhirnya satu novel berhasil diterbitkan pada 2014 lalu.

”Masih banyak buku yang ingin saya terbitkan setidaknya ada 8 naskah lagi yang sudah di tangan penerbit dan masih dalam proses seleksi,” ucapnya kepada Radar Semarang, Senin (9/2).

Meski susah berkomunikasi secara verbal, namun dia mengaku tidak ada masalah dengan gangguan pendengarannya. Hanya soal berbicara saja yang sedikit menyulitkannya, yang memang sudah dia alami sejak lahir. Meski demikian, semangatnya tidak pernah luntur. Bahkan sejak SD, dia menolak dimasukkan di sekolah luar biasa (SLB). Ia tetap memilih pendidikan normal.

”Puji Tuhan saya selalu diberkahi dengan teman-teman yang luar biasa, sehingga bisa terus menjalani pendidikan secara normal,” katanya.

Saat ngobrol dengan koran ini, dia didampingi sahabatnya yang selalu menjelaskan maksud Stella.

Gadis yang lahir pada 23 Agustus 1994 ini menceritakan, sejak kelas V SD sudah menyukai dunia tulis-menulis. Saat itu, dia merasa sangat unggul dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ia menyukai menulis puisi, cerpen dan cerita bersambung.

”Dari situ saya mencoba menuangkan semua hasil pemikiran dan fantasi ke dalam tulisan di kertas, Hingga kini sudah tercipta banyak naskah,” akunya.

Namun tulisan Stella itu hanya disimpan saja. Baru setelah kuliah di Unika Soegijapranata, dia bersahabat dengan dua dosen, Christine Wibowo dan Ridwan Sanjaya. Dua dosen itulah yang kemudian menjadi editor naskah-naskah Stella sebelum diserahkan ke penerbit.

Christine Wibowo mengaku selalu berusaha dekat dengan mahasiswanya. Tujuannya, agar tahu problematika yang dialami mahasiswanya tersebut.

”Awalnya saya melihat Stella seperti mahasiswi lainnya. Saya sadar saat dia saya suruh maju presentasi, dia juga berusaha presentasi dengan biasa. Dari situ saya melihat kesungguhannya dalam kekurangannya, saat itu semua rekan sekelasnya hanya bisa diam,” ucapnya.

Dari awal perjumpaan itu, Christine kemudian sering berbagi cerita dengan Stella. Hingga diketahui keduanya memiliki hobi yang sama, yakni menulis.

”Dia cerita, kalau punya banyak naskah, ya saya coba lihat, kemudian bersama Pak Ridwan saya cukup terperangah karena jalan cerita yang disuguhkan cukup bagus,” katanya.

Dari situlah muncul ide untuk menerbitkan karya-karya Stella. Christine kemudian memanfaatkan jaringannya untuk menerbitkan karya pertamanya novel berjudul Cermin-Cermin Impian. Tidak hanya itu, kini Stella juga terus menulis dan mencoba mengaplikasikan ilmu yang didapat di Fakultas Psikologi dengan membuat buku motivasi.

”Impian saya sendiri masih banyak, membuat buku motivasi, membuat novel lagi, menulis tentang psikologi terapan, tapi yang paling dekat saat ini adalah ingin lulus secepatnya,” ujar Stela. (*/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here