Serasa Jatuh di Kasur Empuk

115
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU MEMUKAU : Pesulap Joe Sandy menampilkan kemampuannya di Magic Nite 2 yang diadakan Magic Syndicat Management di Atria Hotel akhir pekan lalu.
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU
MEMUKAU : Pesulap Joe Sandy menampilkan kemampuannya di Magic Nite 2 yang diadakan Magic Syndicat Management di Atria Hotel akhir pekan lalu.
MAGELANG – Kota Magelang kembali berwarna setelah kedatangan Joe Sandy, pesulap jebolan The Master Seassion I yang menunjukan trik sulapnya begitu rapi di acara Magic Nite 2 yang dihelat Magic Syndicat Management (MGM). Penontonpun terpukau dengan penampilannya yang berdurasi sekitar satu jam hingga berakhir pukul 23.00, di Atria Hotel and Conference Magelang (AHCM) akhir pekan lalu (7/2).
Bukan sekadar permainan biasa, dalam pentasnya pemilik nama lengkap Joshua Sandy Taniady itu memberikan edukasi kepada seluruh penonton terkait tindakan kriminalitas pengandaan uang yang sekarang sedang marak. Dia berpesan kepada penonton untuk tidak percaya kepada siapapun yang memberikan iming-iming memperbanyak uang.
“Yang bisa melakukan cuma pesulap, itupun menggunakan trik. Dukun enggak bisa, pokonya kalau ada orang yang bilang bisa mengadakan uang itu bohong,” katanya kepada Radar Kedu, kemarin.
Selain itu, pria kelahiran Subang, Jawa Barat itu menuturkan, sulap merupakan sesuatu yang tampak di mata namun ada keajaiban di luar yang disajikan. Seperti halnya akrobat, kata Joe, sulap juga bagian dari seni. “Semua pakai trik. Tapi akan bagus bila benar mengemasnya. Yang penting cara penyajiannya seperti apa,” ujarnya.
Pria kelahiran tahun 1973 tersebut berujar, sulap tidak bisa dianggap ilmu gaib maupun mistik. Kata dia, semua bagian dari kreativitas yang diulang dan dilatih, sehingga menghasilkan suatu trik yang baru.
“Semua bisa berlatih. Contohnya seperti permainan saya yang memberikan pesan bahwa harus tepat mengambil keputusan, ada 4 amplop di dalam tas yang isinya uang dengan jumlah yang berbeda. Tapi, dari ketiga orang yang saya minta untuk memilih tempat duduk di mana uang itu berada, mereka memilih yang sesuai dengan keinginnya nanti. Dan isi Rp 50 juta ternyata tidak ada yang mengambil. Ini bukan gaib, ini ada triknya juga yang bisa dipelajari,” paparnya.
Kendati demikian, dia mengaku dunia sulap memang masih minoritas. Sehingga perlu dibentuk suatu wadah dan harus menunjukkan eksistensi. Salah satunya dengan menghelat even sulap.
“Kalau sudah ada wadahnya, saling bersatu dan harus saling mengoreksi supaya bisa cepat perkembangannya. Tapi harus solid dan kompak,” tandasnya yang mengaku kagum dengan Kota Magelang.
Sementara itu, salah satu pesulap asal Magelang, Galih Wave juga menyampaikan pesan melalui atraksi meloloskan diri dari ikatan borgol dan rantai, dibungkus dalam plastik putih. Tak lama, dia berhasil membuat ratusan penonton tepuk tangan.
“Pesan yang saya sampaikan untuk memotivasi yang sedang memiliki masalah. Intinya, jika kita tenang, sabar dan berdoa kita pasti akan bisa melewati cobaan seberat apapun,” jelasnya pesulap aliran escapologies itu.
Dia menegaskan, tujuan acara tersebut untuk mempublikasikan bahwa di Magelang memiliki komunitas pesulap. Pihaknya sangat ingin, masyarakat ada yang berminat bergabung untuk melestarikan sulap.
“Kita (pesulap, Red) bukan penipu. Karena sulap itu tidak merugikan, sebab sifatnya hanya trik untuk menghibur,” tuturnya.
Selama even berlangsung, banyak kejadian lucu yang terjadi. Saat penampilan sulap ilusi, ada remaja yang lari turun dari panggung karena ketakukan, ada lagi yang menangis di atas panggung saat gerabah yang dipegangnya dipecahkan menggunakan besi oleh pesulap yang ditutup matanya. Ada juga yang tertidur hingga tersungkur dari kursi karena dihipnotis.
“Awalnya ikut maju karena penasaran aja gimana rasanya dihipnotis. Eh ternyata kena beneran. Pada saat hitungan 1-5 mata itu biasa, tapi terasa berat dan ngantuk banget pas hitungan 5-10. Habis itu udah nggak tahu deh,” kata Nanda Rahmad Hasan.
Remaja 17 tahun yang berstatus sebagai pelajar SMA Negeri 2 Magelang itu memang sempat merasakan tubuhnya terhempas saat terjatuh dari kursi. Tapi saat itu dia merasa seperti terjatuh di kasur sehingga tidak merasakan sakit.
“Ya geli-geli aja setelah turun panggung diketawain temen-temen,” ucapnya sembari meringis. (put/lis)