Rafting di Kali Progo, Hilang

125
MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu HILANG : Sejumlah relawan mencari korban yang diduga kuat hanyut di Kali Progo setelah perahu raftingnya terbalik.
MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu
HILANG : Sejumlah relawan mencari korban yang diduga kuat hanyut di Kali Progo setelah perahu raftingnya terbalik.
Pakai Jasa Operator Baru
MUNGKID– Olahraga rafting di alur Kali Progo wilayah Kabupaten Magelang memakan korban. Seorang peserta arung jeram dilaporkan hilang sejak Minggu (8/2) siang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik.
Korban hilang diketahui bernama Mulyono, 45, warga Solo yang bekerja sebagai perawat di RS dr Moewardi Solo. “Perahu terbalik di jeram Budi L Kali Progo,” kata Yanto, salah satu relawan tanggap bencana yang membantu pencarian korban, kemarin.
Menurut dia, kecelakaan bermula saat rombongan RS dr Moewardi yang berjumlah 30 orang hendak berwisata arung jeram. Mereka memilih Kali Progo yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Mereka mengambil start dari Gundoh Magelang dan rencananya finish di Dekso, Kalibawang, Jogjakarta. “Kami berangkat dari Solo 30 orang naik lima perahu,” kata rekan korban Muzaki.
Awalnya, kegiatan tersebut berjalan normal hingga akhirnya perahu yang ditumpangi korban terbalik. Sebanyak tiga pegawai RS sempat hanyut, dan dua orang bisa diselamatkan.
Sementara Mulyono tak kunjung ditemukan. Relawan hanya menemukan sebuah pelampung yang diduga dipakai korban.
Hingga tadi malam, pencarian terus dilakukan. Proses itu terkendala kondisi Kali Progo sedang banjir besar dan terjadi hujan deras.
Sejumlah sukarelawan dari Kabupaten Magelang dan Jogjakarta kemudian membuat basecamp di Ancol Bligo Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Posisi korban belum diketahui namun diduga tersangkut batu. “Pelampung korban sudah hanyut namun tidak bisa diambil karena banjir,” kata Ketua Relawan Sigap Merapi Yuliyanta, yang juga Kepala Desa Blongkeng, Minggu malam.
Untuk membantu pencarian korban ratusan sukarelawan Sigap Merapi, SAR Kabupaten Magelang, Guruh Merapi, Brigana Blongkeng, BPBD Kabupaten Magelang dan lainnya melakukan pencarian. Mereka ditempatkan di sepanjang aliran Kali Progo, baik wilayah Kabupaten Magelang maupun Yogyakarta.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo menambahkan kondisi cuaca hujan deras dan gelap sehingga menyulitkan pencarian. “Kali Progo juga banjir besar sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyisiran dengan perahu. Kami hanya bisa memantau di pinggir sungai,” kata Joko, Minggu malam.
Informasi yang beredar operator arung jeram tersebut tergolong baru. Sehingga mereka beum menguasai medan khususnya Kali Progo yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. (vie/ton)