SEMARANG – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Semarang masih harus mengasah teknik para atletnya, terutama atlet pelajar, sebelum terjun pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) beberapa bulan mendatang.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Semarang Siswoyo Haris setelah latih tanding Silat Kota Semarang melawan Kudus di Aula SMPN 10, mengatakan, hasil try out yang mempertandingkan 35 babak dari semua nomor tersebut, Siswoyo menilai, fisik para atlet terbilang sudah matang. Namun dari sisi teknik perlu perbaikan, “Kemarin memang sudah ada Training Center (TC) selama dua bulan. Tapi soal teknik, 50 alet yang bertanding masih kurang. Hasil melawan tim Kudus tadi terhitung imbang ,” katanya.

Dari hasil evaluasi itu, Siswoyo akan mencomot beberapa atlet untuk dimasukkan ke dalam skuad kota. Setelah menggelar beberapa kali latihan yang fokus pada teknik pertandingan, tim tersebut akan diikutkan try out lagi. Latih tanding akan terus digenjot agar benar-benar siap mengikuti Popda, Maret mendatang. Pasalnya, kompetisi itu menentukan jumlah kuota pesilat yang akan dibawa ke Popda.

Pihaknya menargetkan bisa meloloskan 15 atlet masing-masing kelas SMA dan SMP. 7 pesilat putra dan 8 putri. “Dari jumlah pesilat tersebut, kami berharap mampu membawa empat emas di kelas dewasa B dan C putra-putri. Tinggal nanti bagaimana persiapan rival Boyolali, Banjar, dan Solo,” harapnya. (mg16/smu)