SADIS: Tersangka Sari Mustofa saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SADIS: Tersangka Sari Mustofa saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SADIS: Tersangka Sari Mustofa saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI — Dendam karena pernah dilempar batu, membuat Sari Mustofa alias Mus alias Cekre, 23, jadi pembunuh sadis. Dia membantai pria tak dikenal dengan menebas lehernya menggunakan sebilah gobang. Korban sendiri hingga kini belum diketahui identitasnya.

Mayat korban ditemukan warga pada Selasa (27/1) lalu di semak-semak dan ditutupi rumput kering di lahan kosong Jalan Usman Janatin Semarang, tepatnya di samping Gedung Puri Batuna. Setelah menjadi buron seminggu lebih, tersangka yang tinggal di Jalan Cumi-cumi II B RT 9 RW 4 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara akhirnya berhasil dibekuk oleh tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin oleh Panit I Aiptu Janadi dan Kanit Resmob Polrestabes Semarang AKP Kadek.

”Saya dendam, karena pernah dilempar batu oleh korban,” ujar tersangka Mustofa saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Minggu (8/2).

Diceritakannya, pembunuhan ini bermula pada Senin (19/1) lalu sekitar pukul 11.30. Saat itu, tersangka yang bekerja sebagai buruh galangan kapal, pulang kerja dengan jalan kaki.

”Saya tidak kenal. Tiba-tiba saya dilempar batu oleh korban tanpa alasan jelas. Ia kemudian saya incim (ancam, Red),” katanya.

Rasa sakit hati itulah yang membuat ia kalap dihantui dendam. Mustofa merencanakan pembalasan dan bertekad akan membunuh korban. ”Saya berkali-kali mencarinya, tapi tidak ketemu,” ujarnya.

Hingga akhirnya pada Senin (26/1) sekitar pukul 19.30, tersangka saat pulang kerja melihat korban di samping gedung kosong Puri Batuna, di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Mendapati hal itu, Mustafa bergegas pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis gobang. Sembari menenteng gobang sendirian, ia dengan berjalan kaki kembali mencari korban.

Tanpa banyak pikir, setelah saling berhadapan, Mustofa langsung menebaskan gobang ke arah leher dan menusuk perut korban. Korban yang bersimbah darah terjatuh ke tanah. Namun saat itu korban masih berusaha bangkit, dan melakukan perlawanan dengan mengambil batu.

”Saya dilempar batu mengenai bahu. Setelah itu, korban lari kurang lebih berjarak 5 meter. Saya berusaha mengejarnya, saya hadang, saya bacok lagi mengenai leher. Lalu lehernya saya gorok dua kali,” beber pria yang tidak lulus SD ini.

Selang 10 menit, korban sudah tidak bergerak. Dengan berbekal handphone merek Cross warna merah yang digunakan sebagai senter (penerangan), tersangka kemudian menyeret tubuh korban kurang lebih 3 meter. ”Tubuh korban saya tutupi dengan sampah dan rumput kering,” katanya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pembunuhan ini telah direncanakan oleh tersangka kurang lebih seminggu sebelumnya. ”Motifnya sakit hati dan dendam,” ungkap Djihartono.

Pihaknya mengaku juga sudah memastikan bahwa Mustofa adalah tersangka pembunuhan sadis tersebut. ”Saat melakukan pembunuhan, tersangka memakai jaket atau jumper lengan panjang merek Bombers warna hitam, seperti yang dikenakan saat ditangkap,” katanya.

Mustofa ditangkap di rumahnya Jalan Jalan Cumi-cumi II B RT 9 RW 4 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00.

Sedangkan senjata tajam berupa gobang yang digunakan untuk membunuh, dibuang ke laut dekat galangan kapal tempat tersangka bekerja. Tim kepolisian dibantu Basarnas, sempat melakukan penyelaman untuk mencari barang bukti tersebut. Namun belum membuahkan hasil. Tersangka juga telah dikeler untuk reka ulang pembunuhan di lokasi kejadian.

”Sementara ini, barang bukti yang kami sita jaket jumper dan handphone. Tersangka akan dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” pungkas Djihartono.

Diperoleh keterangan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dikabarkan berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Namun belum diketahui pasti daerah asal pria bertubuh gendut tersebut. (amu/aro/ce1)