Menara Masjid Sebagai Media Berdakwah

188

KENDAL – Menara masjid menjadi bagian penting dari sejarah perabadan Islam. Sebab menara adalah yang pertama didirikan sebagai media dakwah yang efektif karena mengajak orang untuk mendirikan sholat. “Menara bagi sebuah masjid, memegang peranan yang sangat penting sejak dulu. Saat belum ada pengeras suara, para muazin yang ingin mengumandangkan azan, maka mereka naik ke menara untuk memanggil kaum muslimin mengerjakan shalat lima waktu,” kata Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mukti disela peresmian Menara Haromaen Masjid Mujahidin Muhammadiyah, di Kelurahan Pegulon, Kendal, Minggu (8/2).

Dari menara masjid, suara adzan bisa didengar oleh kaum muslim. Sebagai pertanda jika sudah tiba waktunya sholat dan mengajak orang untuk menunaikan shalat berjamaah. “Sehingga bisa memperkuat ketakwaan dan tali persaudaraan diantara sesama kaum muslim,” imbuhnya.

Ia berharap dengan adanya menara Haromaen, bisa menandakan adanya syiar Islam di Kendal oleh kader-kader Muhammadiyah bisa semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kendal. Yakni dengan menjadikan masjid sebagai ibadah dan dakwah.
Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, diwakili Asisten Pemerintahan, Winarno mengatakan dengan adanya menara, masjid Mujahidin akan lebih ramai oleh jamaah dan kegiatan-kegiatan kerahonian. “Jadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembelajaran masyarakat untuk mendalami ilmu agama,” katanya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kendal, Fateh mengatakann menara tersebut dibangun lebih kurang menelan biaya 750 juta. Saat ini masih kekuragan dana sekitar 175 juta untuk melengkapi dan membangun masjid agar lebih indah. “Menara ini mengadopsi menara-menara di Mekah dan Madinah, yakni Masjidil Harom dan Masjid Nabawi,” akunya. (bud/fth)