Semarang Tertinggi Pelanggaran Lalin

187

MUGASSARI – Kota Semarang menduduki peringkat tertinggi terkait pelanggaran lalu lintas (lalin) di Jateng. Hal tersebut berdasar catatan Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Istu Hari Winarto, hingga bulan Februari 2015 ini.

”Semarang masih tertinggi dalam hal pelanggaran lalu lintas di Jateng. Urutan nomor dua Kota Solo. Pelanggaran paling banyak terjadi di jalan protokol kelas satu,” kata Istu saat ditemui wartawan di Mapolda Jateng, Jumat (6/2).

Hal tersebut menjadi evaluasi selama digelar penertiban pada bulan Februari-Maret 2015 dengan fokus tema pelanggaran marka jalan. ”Penertiban tematik ini terus ditingkatkan agar bisa menekan angka terjadinya kecelakaan,” katanya.

Hingga bulan Maret mendatang, prioritas penindakan akan dilakukan pada pelanggaran marka jalan. ”Kami fokus melakukan penertiban dan penindakan kepada pelanggaran marka jalan,” katanya. Sanksi bagi pelanggarnya dilakukan peringatan hingga tilang.

Menurutnya, budaya tertib lalu lintas di masyarakat Indonesia secara umum belum sepenuhnya maksimal. Hal itu bisa dilihat bahwa masih gampang ditemukan pengendara ugal-ugalan di jalanan. ”Masih mudah dijumpai adanya pengendara motor, mobil, bus, hingga truk ugal-ugalan dan melanggar marka jalan. Jika dibiarkan ya jelas sangat berbahaya bagi pengendara yang sudah mematuhi lalu lintas,” tandasnya.

Pada bulan Januari lalu, pihaknya melakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait penertiban marka jalan tersebut. ”Target penindakan selalu ada, Polres dalam sehari sekian pelanggaran di bidang pelanggaran marka. Tapi tidak harus terpenuhi. Jadi kalau tidak terpenuhi berarti masyarakat tertib,” terangnya.

Meski sedang fokus dengan tematik penertiban pelanggaran marka jalan, bukan berarti pelanggaran lalu lintas lain dibiarkan. ”Setiap pelanggaran tetap akan ditindak sesuai prosedur yang berlaku,” imbuhnya. (amu/zal/ce1)