TALKSHOW KEBANGSAAN: Ridho Slank (tengah) dan Gregorius Gentur Yoga Jati saat talkshow Gerakan Revolusi Mental di Balairung UKSW Salatiga kemarin. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
TALKSHOW KEBANGSAAN: Ridho Slank (tengah) dan Gregorius Gentur Yoga Jati saat talkshow Gerakan Revolusi Mental di Balairung UKSW Salatiga kemarin. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
TALKSHOW KEBANGSAAN: Ridho Slank (tengah) dan Gregorius Gentur Yoga Jati saat talkshow Gerakan Revolusi Mental di Balairung UKSW Salatiga kemarin. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Gerakan revolusi mental bisa dimulai dari diri sendiri, dan dari hal yang kecil atau sederhana. Hal tersebut dikatakan dua narasumber talkshow kebangsaan “Gerakan Revolusi Mental” yang digelar di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jumat (6/2) siang. Narasumber talkshow tersebut adalah Mohammad Ridwan Hafiedz atau yang akrab disapa Ridho Slank dan Gregorius Gentur Yoga Jati dari Solo Mengajar.

Ridho menuturkan, revolusi mental ala Ridho dimulai dari keluarganya. “Respek sama orang lain, mulai dari keluarga sendiri. Itu yang aku lakuin. Respek sama orang lain membuat kita mengerjakan sesuatu dengan rela. Hal lainnya yakni mengajarkan untuk disiplin,” katanya.

Disiplin yang dicontohkan musisi kelahiran Ambon ini adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Ridho menyampaikan pesan dan harapannya untuk ratusan mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam talkshow tersebut. “Belajarlah dengan benar, pahami ilmu dan kemudian amalkan. Buat mahasiswa yang dari luar daerah, pulanglah, bangun daerahmu dengan ilmu yang dimiliki,” pesannya.

Sementara revolusi mental yang bisa dimulai dari diri sendiri sebagai mahasiswa disebutkan Gregorius Gentur Yoga adalah perilaku tidak terlambat (disiplin, red), tidak menyontek, serta belajar dengan benar. “Sudah saatnya kita melakukan perubahan, melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk sekitar, mulai sekarang,” katanya.

Disisi lain, Gregorius Gentur Yoga menyebutkan beberapa karakter yang perlu dibangun lagi saat ini adalah gotong royong, kebhinekaan, dan nasionalisme Indonesia.

Talkshow yang digelar oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW ini dibuka secara resmi oleh Rektor UKSW Prof Dr (HC) Pdt John A Titaley. Dalam sambutannya, John A Titaley mengatakan konsep revolusi mental sangatlah relevan untuk kondisi saat ini. “Konsep itu jitu untuk modal bangsa ini melangkah ke depan, apalagi tahun ini sudah mulai diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” katanya. Selain diikuti ratusan mahasiswa, talkshow ini juga diikuti siswa SMA di Salatiga.(sas/aro)