Kenduri Budaya, Jalin Ikatan Persaudaraan

336
RINDU KEDAMAIAN : Rangkaian kenduri budaya untuk merekatkan ikatan nasionalisme warga Demak. (IST)
RINDU KEDAMAIAN : Rangkaian kenduri budaya untuk merekatkan ikatan nasionalisme warga Demak. (IST)
RINDU KEDAMAIAN : Rangkaian kenduri budaya untuk merekatkan ikatan nasionalisme warga Demak. (IST)

DEMAK – Bangsa Indonesia memerlukan ikatan nasionalisme untuk menjalin rasa persaudaraan, sebagai ikatan mendorong rasa saling memiliki dan kecintaan terhadap tanah air. Demikian pesan ringkas rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Sastra Nusantara – Arafat Library Demak (PeSaN ALiD) dalam mengenang 40 hari sahabat Vanera El-Arj.

Dengan mengusung tema, “Kenduri Rindu,” bangsa ini merindukan kedamian, rasa persahabatan dan kemakmuran bagi rakyatnya. Sebagaimana carut marutnya kondisi negeri, baik kisruh antara Polri dengan KPK dan asset Negara yang telah dikuasai asing seperti Freepot.

Pengelola PeSaN ALiD, Arafat Ahc mengatakan, mengenang persahabatan ini sebagai wujud untuk mengambil hikmah budaya, mengambil nilai pesan yang telah ditorehkan sahabat Vanera El-Arj melalui karyanya, Kamis (5/2) Malam. “Bagi generasi bangsa, marilah gelorakan semangat berkarya dan upayakan penguatan kebudayaan yang diikuti dengan hasil cipta, karya dan menjaga kearifan lokal sebagai warisan yang tidak dapat dinilai dengan materi,” katanya.

Kenduri Rindu PeSaN ALiD berlangsung di Gubuk Jetak Wedung Demak dengan mengandeng kerja sama dengan berbagai komunitas di Jawa Tengah dan Banten diantaranya PR. Rambak Fathimiyyah, Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten, Komunitas Jenang Kudus, Smaput Pati, LKM – Esa Semarang dan Sciena Madani Semarang. Semangat persaudaraan ini diisi dengan berbagai acara yakni pembacaan Maulid tresno, Tahlil dan Doa, Testimoni, Performance Art, Puisi, Renungan dan Puisi. Dihadiri dari berbagai komunitas dan warga masyarakat juga turut sera memadati halaman. Menurut Muhammad Rois Reinaldi dari Banten, orang yang berkarya harus mampu dan siap untuk bersaing. “Kita harus tetap berkarya, jangan pantang menyerah,” katanya. (Lukni Maulana/fth)