CETAK WASIT: Sebanyak 52 peserta mengikuti pelatihan dan penataran wasit dan juri silat pemula, di aula SMPN 10 Semarang, kemarin. (ISMU P/RADAR SEMARANG)
CETAK WASIT: Sebanyak 52 peserta mengikuti pelatihan dan penataran wasit dan juri silat pemula, di aula SMPN 10 Semarang, kemarin. (ISMU P/RADAR SEMARANG)
CETAK WASIT: Sebanyak 52 peserta mengikuti pelatihan dan penataran wasit dan juri silat pemula, di aula SMPN 10 Semarang, kemarin. (ISMU P/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Semarang akan mengadakan event bertajuk ‘Gelar Jurus’. Acara akan berlangsung di USM Semarang, pada 27 Februari mendatang.

Ketua IPSI Kota Semarang Anis Nugroho Widharto mengatakan, Gelar Jurus adalah peragaan jurus khas dari masing-masing padepokan silat di Kota Semarang. Tujuannya, agar masing-masing padepokan terus menjaga jurus masing-masing. Selain itu, Gelar Jurus tersebut juga untuk membuktikan bahwa ke-27 padepokan tersebut masih eksis tak sekadar papan nama.

“Ini baru kali pertama kita adakan. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi ke padepokan-padepokan, agar segere menyiapkan diri untuk tampil dalam Gelar Jurus 27 Februari mendatang,” jelas Anis, didampingi Sekretaris Umum Siswoyo, kemarin.

Ditambahkan, dengan adanya acara Gelar Jurus ini, diharapkan silat yang merupakan olahraga sekaligus seni warisan budaya Indonesia lebih dikenal masyarakat, terutama generasi muda, kemudian antusias, tertarik dan menekuninya. Apalagi di luar Indonesia silat sudah semakin hebat.

Sementara kemarin di aula SMPN 10 Semarang dilaksanakan pelatihan dan penataran wasit silat pemula. Menurut Ketua Bidang Organisasi IPSI Kota Semarang Tri Handoyo, kegiatan ini merupakan program kerja IPSI Kota Semarang. Kegiatan diikuti oleh 52 peserta, mewakili padepokan-padepokan silat di Kota Semarang. “Kualitas wasit dan juri silat asal Kota Semarang sebenarnya bagus, namun dari sisi kuantitas kurang. Sehingga kita terus berupaya mencetak wasit-wasit dan juri,” tegasnya.

Dijelaskan pada era tahun 90an, Kota Semarang mempunyai banyak wasit dan juri silat yang berlisensi nasional. Namun saat ini tinggal 30-an saja yang aktif, di antaranya tujuh berlisensi Jateng dan hanya satu yang berlisensi nasional yakni Tri Martono.

Pelatihan diampu oleh instruktur dari IPSI Jateng. Untuk materi, adalah peraturan-peraturan silat terbaru. Kegiatan berlangsung hingga Minggu (8/2) besok, dan ditutup dengan praktik wasit, di mana akan bertanding para pesilat Kota Semarang melawan Kabupaten Kudus. “Jadi sekaligus try out para atlet. Karena 5-10 Juni mendatang akan dilangsungkan Kejurprov Silat Jateng di Purwodadi yang sekaligus seleksi pembentukan tim ke Pra PON,” jelas Tri Handoyo. (smu)