Gaun Kertas Tetap Menawan

2866
DAUR ULANG: Dua model mengenakan busana daur ulang dari kertas koran dan plastik yang digelar di Universitas PGRI kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
DAUR ULANG: Dua model mengenakan busana daur ulang dari kertas koran dan plastik yang digelar di Universitas PGRI kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
DAUR ULANG: Dua model mengenakan busana daur ulang dari kertas koran dan plastik yang digelar di Universitas PGRI kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

KARANG TEMPEL – Jagad fashion mulai keluar dari jalur mainstream. Seperti yang terlihat dalam fashion show di Auditorium Lantai 7 Gedung Pusat Universitas PGRI (Upgris) Semarang, kemarin (6/2). Para model yang berlenggak-lenggok di atas catwalk berbusana cukup unik. Mereka berbalut gaun yang terbuat bahan bekas, seperti plastik dan kertas koran bekas.

BUSANA DAUR ULANG_NURCHAMIM (6)WEB

Sebanyak delapan perancang memamerkan hasil karya mereka dalam parade bertajuk ’Peragaan Busana Daur Ulang’ ini. Meski digarap dari daur ulang barang-barang bekas, rancangan gaun tersebut tetap sedap dipandang. Bahkan ada di antaranya rancangan baju yang terlihat glamor dengan paduan kertas minyak warna emas dan silver.

Fashion show tersebut digelar dalam kemasan lomba sebagai ajang merangsang kreativitias mahasiswa. Selain itu, juga merupakan ujian salah satu mata kuliah bagi pada desainernya. Poin yang dinilai dari segi kenyamanan, ornamen, serta durabilitas (daya tahan) busana.

Vira, salah satu desainer mengaku, membuat gaun dari koran bekas cukup sulit. Terutama ketika menjahit pola. Seringkali bahan justru robek ketika dijahit. ”Jadi bikin satu baju ini saja bisa sampai dua hari karena harus mengulang ketika detailnya rusak. Selain itu, pakainya juga harus hati-hati karena mudah sobek,” ungkapnya. (mg16/aro/ce1)